Suara.com - Sebuah studio film Inggris membuat dokumenter mengenai kondisi hak asasi manusia di Korea Utara sebagai upaya meningkatkan kesadaran internasional tentang isu tersebut.
Radio Free Asia yang bermarkas di Amerika melaporkan bahwa perusahaan produksi film Inggris, Square Eyed Pictures, saat ini sedang membuat dokumenter While They Watched yang akan dirilis bulan Desember 2015.
Film yang berlatar belakang di masa depan itu mengisahkan pelanggaran hak asasi manusia oleh rezim Korea Utara saat ini.
Film dokumenter tersebut dibuat untuk mendeskripsikan keadaan hak asasi manusia di Korea Utara sebagaimana yang terjadi sebenarnya, serta mendiskusikan respon dari komunitas internasional.
Film ini dibintangi oleh Park Yeon-mi, seorang pengungsi Korea Utara yang memberikan keterangan atas kasus hak asasi manusia di Korea Utara kepada parlemen Inggris tahun 2013 lalu.
Berangkat dari keterangannya atas kasus hak asasi manusia di Korea Utara, Park juga terpilih sebagai salah satu dari 100 tokoh perempuan dunia oleh perusahaan penyiaran Inggris, BBC.
Menurut laporan yang dikeluarkan Komisi Penyelidikan Perserikatan Bangsa Bangsa awal tahun 2014, Korea Utara telah dan masih melakukan beragam "kejahatan kemanusiaan" termasuk pembunuhan, perbudakan dan penyiksaan.
Pembuatan film dokumenter tersebut muncul di tengah tekanan internasional kepada Korea Utara untuk memperbaiki kondisi hak asasi manusia di sana.
Rumah produksi film dan televisi lain juga sedang membuat karya tentang Korea Utara yang menuai kecaman keras dari negara komunis tersebut.
Pada Juni 2014, sutradara Evan Goldberg dan Seth Rogan mengatakan mereka sedang membuat film laga komedi tentang pembunuhan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.
Saluran televisi Channel 4 dari Inggris pada Agustus 2014 mengumumkan bahwa mereka sedang membuat serial drama yang terdiri dari 10 bagian tentang program nuklir Korea Utara.
Program drama tersebut kemudian mendapat kecaman dari pihak Korea Utara dan menjulukinya sebagai "sandiwara konspirasi". (Yonhap/Antara)