Strategi Jitu BRI Dukung Kesuksesan Bank Emas Pegadaian

Strategi Jitu BRI Dukung Kesuksesan Bank Emas Pegadaian


Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk (BRI) menyambut positif peluncuran bank emas (bullion bank) yang diresmikan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, pada Rabu. BRI yakin bahwa kehadiran bank emas ini akan memperkuat fondasi perekonomian nasional di masa depan.

“Sebagai induk holding ultra mikro yang membawahi Pegadaian dan PNM, BRI siap memberikan dukungan penuh untuk kesuksesan program bank emas ini,” ujar Direktur Utama BRI, Sunarso, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu lalu.

Peresmian bank emas ini menjadi tonggak sejarah penting bagi Pegadaian, anak perusahaan BRI Group, di mana BRI memegang 99,99% saham Pegadaian. Selain itu, Pegadaian juga merupakan bagian dari Holding Ultra Mikro (UMi) bersama Permodalan Nasional Madani (PNM), dengan BRI sebagai induknya.

Pegadaian telah memperoleh izin usaha bullion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 23 Desember 2024. Melalui surat bernomor S-325/PL.02/2024, OJK menyetujui Pegadaian untuk menjalankan kegiatan usaha bullion, termasuk deposito emas, pinjaman modal kerja berbasis emas, jasa titipan emas korporasi, dan perdagangan emas.

Tidak hanya Pegadaian, Bank Syariah Indonesia (BSI) juga telah mendapatkan izin resmi dari OJK untuk menjalankan bank emas melalui Surat OJK No. S-53/PB.22/2025 pada 12 Februari 2025. Izin ini mencakup dua kegiatan utama, yaitu penitipan emas dan perdagangan emas. Sunarso menambahkan bahwa BSI juga masih terkait dengan BRI, di mana BRI memiliki 15% saham di BSI.

“Pembentukan bank emas atau layanan bullion ini sangat penting bagi BRI Group karena akan menjadi sumber pertumbuhan baru,” tegas Sunarso.

Sunarso menjelaskan bahwa BRI telah menyiapkan beberapa strategi untuk mendukung Pegadaian dalam mengoperasikan bank emas. Pertama, BRI akan memberikan pelatihan kepada Relationship Manager (RM) Bullion untuk memahami profil bisnis ekosistem emas.

Kedua, BRI akan menyediakan data potensial nasabah bullion dari database yang dimiliki BRI serta memanfaatkan analitik data. Ketiga, BRI akan melakukan sinergi dengan korporasi di sektor hulu ekosistem emas, seperti MIND ID, PT Freeport, dan Amman, melalui nota kesepahaman (MoU) dengan Pegadaian.

Keempat, BRI akan memberikan pendanaan melalui sindikasi pembiayaan, seperti credit line dan bank garansi, untuk mendukung operasional bullion. Terakhir, BRI akan memanfaatkan asetnya, seperti kantor, kluis, dan safe deposit box (SDB), untuk memperluas fasilitas layanan bullion. Selain itu, BRI juga akan memanfaatkan produk-produknya, seperti Britama, Simpedes, BRImo, dan Qlola, serta melakukan cross-selling melalui tenaga pemasar.

Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, juga menyampaikan optimisme yang tinggi terhadap kehadiran bank emas. Menurutnya, bank emas ini akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Pada tahun 2024, total kelolaan bisnis emas Pegadaian mencapai 90 ton, yang terdiri dari gadai emas, cicil emas, dan tabungan emas. Sementara itu, realisasi penjualan emas Pegadaian mencapai 9 ton dalam bentuk cicil emas dan tabungan emas, meningkat 35% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Bank emas akan menjadi sumber pertumbuhan baru bagi Pegadaian, dengan potensi peningkatan laba sebesar 13% pada 2025 dan total gold deposit balance mencapai 12 ton,” kata Damar.

Kehadiran bank emas diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Selain meningkatkan likuiditas dan pertumbuhan ekonomi, bank emas juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan nilai tambah dari sumber daya emas dalam negeri.