Pemain Keturunan Maluku Navarone Foor 'Resmi' Jadi WNI, Siap Bela Timnas Indonesia Lawan Jepang?

Selasa, 01 April 2025 | 16:40 WIB
Pemain Keturunan Maluku Navarone Foor 'Resmi' Jadi WNI, Siap Bela Timnas Indonesia Lawan Jepang?
Pemain keturunan Indonesia yang berposisi sebagai gelandang, Navarone Foor resmi menjadi warga negara Indonesia. Namun itu terjadi di data situs statistik sepak bola ternama Fotmob. (IG Navarone Foor)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Pemain keturunan Indonesia yang berposisi sebagai gelandang, Navarone Foor resmi menjadi warga negara Indonesia. Namun itu terjadi di data situs statistik sepak bola ternama Fotmob.

Dalam keterangannya, Fotmob menuliskan jika Navarone Foor merupakan persepak bola asal Indonesia.

Namun dalam kenyataannya Navarone Foor belum berpindah warga negara. Pesepak bola 33 tahun ini masih tetap warga Belanda.

Navarone Foor memang sempat digadang-gadang publik Indonesia akan dinaturalisasi. Tapi sampai kini belum.

Navarone Foor, yang kini bermain di Bandirmaspor di Liga Turki, pernah mengungkapkan niatnya untuk memperkuat Timnas Indonesia.

Pemain berdarah Belanda-Indonesia ini sebelumnya sudah menunjukkan ketertarikannya pada tahun 2017, ketika PSSI membuka program naturalisasi.

Meski namanya sempat masuk dalam daftar calon pemain naturalisasi, hingga kini, belum ada panggilan resmi dari federasi sepakbola Indonesia.

Navarone Foor, pemain keturunan (IG Navarone Foor)
Navarone Foor, pemain keturunan (IG Navarone Foor)

Dengan terpilihnya Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI yang dikenal aktif dalam menggenjot proses naturalisasi, Navarone berharap kesempatan tersebut kini bisa datang.

Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Yussa Nugraha, ia menyatakan kesiapan untuk memberikan kontribusi terbaiknya jika diberikan panggilan ke Tim Garuda.

Baca Juga: 7 Pemain Timnas Indonesia Terancam Nganggur Tahun 2025, Siapa Saja?

Navarone, yang kini berusia 32 tahun, yakin bahwa usia bukanlah penghalang bagi dirinya untuk bergabung dengan Timnas Indonesia.

Ia merasa masih memiliki kemampuan yang cukup untuk bersaing di level tertinggi. Menurutnya, pengalaman yang dimiliki akan sangat bermanfaat bagi pemain muda Timnas.

"Kalau itu terjadi, aku tentunya akan memberikan seribu persen untuk Timnas Indonesia," kata dia dalam wawancara bersama Youtube Yussa Nugraha.

Pemain keturunan Indonesia yang berposisi sebagai gelandang, Navarone Foor resmi menjadi warga negara Indonesia. Namun itu terjadi di data situs statistik sepak bola ternama Fotmob. (Fotmob)
Pemain keturunan Indonesia yang berposisi sebagai gelandang, Navarone Foor resmi menjadi warga negara Indonesia. Namun itu terjadi di data situs statistik sepak bola ternama Fotmob. (Fotmob)

Pemain yang berposisi sebagai gelandang ini menegaskan bahwa meski usianya tidak lagi muda, ia tetap memiliki performa terbaik, baik dalam hal kecepatan maupun stamina.

Ia merasa masih bisa beradaptasi dengan gaya permainan di level kompetitif tinggi, seperti yang ia alami di Liga Turki, yang terkenal dengan intensitas permainannya yang tinggi.

Selain itu, Navarone menjelaskan bahwa pengalamannya bertanding melawan klub-klub besar seperti Galatasaray memberikan pemahaman lebih mengenai pentingnya ketahanan fisik dan mental dalam pertandingan.

Hal ini ia rasa menjadi modal besar untuk bermain di Timnas Indonesia.

Sebelum berkarir di Turki, Navarone sudah mengukir prestasi di Belanda bersama NEC Nijmegen dan Vitesse Arnhem.

Ia turut membawa NEC Nijmegen promosi ke Eredivisie pada 2015 dan membantu Vitesse meraih Piala Belanda pada musim 2016/2017.

Dengan pengalaman internasional tersebut, tidak mengherankan jika Navarone sangat percaya diri dengan kualitas permainan yang ia miliki.

Penting untuk melihat apakah PSSI akan mengambil langkah untuk memanggil Navarone, mengingat pengalamannya yang cukup matang dan keyakinannya untuk memberikan yang terbaik bagi Timnas Indonesia.

Program Naturalisasi Terus Berjalanan

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan komitmen federasi untuk menjaga kesinambungan program pembinaan pemain Timnas Indonesia dari level kelompok umur hingga senior.

Hal itu disampaikan Erick seusai bertemu dengan Kepala Pelatih Timnas U-23 Gerald Vanenburg dan Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Kombes Pol Sumardji, membahas agenda pembinaan jangka panjang yang akan diterapkan ke seluruh level timnas.

"Kami sepakat untuk kontinuitas program harus berjalan di Timnas Indonesia mulai dari level U-17, lalu U-20, U-23, dan senior, tidak terpisah sehingga jenjang talenta pemain bisa dilakukan," tulis Erick Thohir dalam unggahannya di akun media sosial Instagram, yang dikutip di Jakarta, Jumat.

PSSI bersama BTN juga menegaskan akan terus melakukan pencarian pemain-pemain berbakat, termasuk dari kelompok usia muda, demi mempersiapkan masa depan sepak bola Indonesia yang lebih baik.

"Kami akan mencari talenta-talenta pemain terbaik asal Indonesia mulai dari usia muda untuk masa depan Timnas Indonesia," ujarnya menambahkan.

Pertemuan Ketua Umum PSSI yang juga Menteri BUMN tersebut dengan Kepala Pelatih Timnas U-23 Gerald Vanenburg juga menandakan sinyal pembentukan kembali skuad Timnas Indonesia U-23.

Sebelumnya, timnas U-23 Indonesia mencatat sejarah dengan menembus babak semifinal Piala Asia U-23 2024 dan tampil di laga playoff Olimpiade Paris 2024 melawan Guinea U-23.

Walaupun gagal meraih tiket Olimpiade setelah kalah tipis 0-1 lewat gol penalti Moriba, perjuangan Marselino Ferdinan dan kawan-kawan diapresiasi tinggi oleh masyarakat.

Perjalanan panjang skuad Garuda Muda selama Piala Asia U-23 dan babak playoff juga menjadi pijakan penting bagi PSSI untuk menyusun program yang berkesinambungan. Erick menyebut keberhasilan tim U-23 menjadi bukti bahwa sepak bola Indonesia memiliki kualitas dan potensi untuk terus berkembang.

Komitmen ini juga sejalan dengan rencana jangka panjang federasi, yang telah menyiapkan cetak biru pembinaan timnas hingga 2045, dengan menekankan pematangan pemain muda, peran pemain naturalisasi, serta program pemusatan latihan berjangka panjang.

Dengan adanya konsistensi program dari level junior hingga senior, PSSI berharap regenerasi pemain timnas dapat berjalan dengan lebih baik dan mencetak prestasi pada ajang internasional mendatang, termasuk target jangka panjang menuju Olimpiade dan Piala Dunia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI