Suara.com - Pemain timnas Indonesia, Kevin Diks melakukan aksi terpuji dengan bagi-bagi jersey latihan FC Copenhagen.
Kevin Diks telah menyelesaikan tugas negara dalam dua pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Maret 2025 ini.
Pemain FC Copenhagen tersebut tampil starter di laga melawan Australia. Ia juga punya peluang mencetak gol.
Kevin Diks jadi eksekutor penalti ketika lawan Australia, tapi gagal melaksanakannya dengan baik.
Di laga melawan Australia, Kevin Diks tampil penuh selama 90 menit.

Pada pertandingan kedua, Kevin Diks juga dipercaya sebagai starter.
Bek berusia 28 tahun tersebut tampil selama 74 menit ketika melawan Bahrain yang digantikan oleh Sandy Walsh.
Pemain FC Copenhagen tersebut membantu timnas Indonesia menang dengan skor 1-0 atas Bahrain.
Gol semata wayang skuad Garuda dicatatkan oleh Ole Romeny yang menerima umpan Marselino Ferdinan.
Baca Juga: Puji Setinggi Langit Rizky Ridho, Jay Idzes Singgung Kualitas Mees Hilgers
Setelah membela timnas Indonesia dua kali, Kevin Diks melakukan aksi terpuji.
Ia bagi-bagi jersey latihan FC Copenhagen untuk suporter di hotel tempat timnas Indonesia menginap.
Terelihat Kevin Diks membawa banyak setelah jersey training yang menyedot perhatian fans.
Para suporter pun berebutan untuk mendapatkan jersey latihan FC Copenhagen yang dibagikan oleh Kevin Diks.
Adapun jersey yang dibagikan oleh Kevin Diks tersebut seharga 249 DKK atau Rp597 ribu dilansir laman resmi klub.
Rekor Penalti Kevin Diks Terhenti
Rekor sempurna Kevin Diks dalam eksekusi penalti akhirnya terhenti.
Momen itu terjadi saat memperkuat Timnas Indonesia melawan Australia dalam laga lanjutan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Kamis (20/3/2025) malam WIB.
Pertandingan yang berlangsung di Sydney Football Stadium, Sydney, menyaksikan bek FC Copenhagen tersebut gagal mencetak gol dari titik penalti.
Padahal pemain 28 tahun tersebut bisa membawa timnas Indonesia unggul lebih dulu di awal pertandingan.
Timnas Indonesia memperoleh hadiah penalti setelah melancarkan tekanan intensif ke pertahanan Australia pada menit-menit awal.
Rafael Struick yang mencoba menembus kotak penalti dijatuhkan oleh bek Australia, yang berujung pada hadiah penalti.
Pelatih Patrick Kluivert memilih Kevin Diks sebagai eksekutor utama penalti tim Garuda, berkat catatan impresif sang pemain.
Sejak April hingga Desember 2024, Diks berhasil mencetak 11 penalti berturut-turut tanpa gagal bersama FC Copenhagen.
Nah, rinciannya adalah empat gol di Superliga Denmark, tiga di UEFA Conference League, dua di kualifikasi Conference League, dan dua di Superliga Championship.
![Rekor penalti sempurna Kevin Diks akhirnya terhenti saat membela Timnas Indonesia melawan Australia dalam lanjutan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Kamis (2032025) malam WIB. [Dok. PSSI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/03/21/99476-kevin-diks.jpg)
Keberhasilan tersebut menjadikan Diks sebagai eksekutor penalti andalan klub.
Namun, di laga internasional bersama Indonesia, keberuntungan tidak berpihak padanya.
Di pertandingan melawan Australia, Diks memperoleh kesempatan emas dari titik penalti, namun eksekusinya gagal menghasilkan gol.
Kegagalan ini memengaruhi jalannya pertandingan, dan Indonesia akhirnya kalah telak 1-5.
Meski gagal dalam penalti, Diks tetap tampil sebagai pemain kunci di lini belakang Timnas Indonesia.
Pemain keturunan Maluku tersebut menunjukkan dedikasi dan semangat juang yang tinggi di babak kedua, bahkan memberikan assist untuk gol yang dicetak Ole Romeny.