Rafael Struick yang mencoba menembus kotak penalti dijatuhkan oleh bek Australia, yang berujung pada hadiah penalti.
Pelatih Patrick Kluivert memilih Kevin Diks sebagai eksekutor utama penalti tim Garuda, berkat catatan impresif sang pemain.
Sejak April hingga Desember 2024, Diks berhasil mencetak 11 penalti berturut-turut tanpa gagal bersama FC Copenhagen.
Nah, rinciannya adalah empat gol di Superliga Denmark, tiga di UEFA Conference League, dua di kualifikasi Conference League, dan dua di Superliga Championship.
![Rekor penalti sempurna Kevin Diks akhirnya terhenti saat membela Timnas Indonesia melawan Australia dalam lanjutan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Kamis (2032025) malam WIB. [Dok. PSSI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/03/21/99476-kevin-diks.jpg)
Keberhasilan tersebut menjadikan Diks sebagai eksekutor penalti andalan klub.
Namun, di laga internasional bersama Indonesia, keberuntungan tidak berpihak padanya.
Di pertandingan melawan Australia, Diks memperoleh kesempatan emas dari titik penalti, namun eksekusinya gagal menghasilkan gol.
Kegagalan ini memengaruhi jalannya pertandingan, dan Indonesia akhirnya kalah telak 1-5.
Meski gagal dalam penalti, Diks tetap tampil sebagai pemain kunci di lini belakang Timnas Indonesia.
Baca Juga: Puji Setinggi Langit Rizky Ridho, Jay Idzes Singgung Kualitas Mees Hilgers
Pemain keturunan Maluku tersebut menunjukkan dedikasi dan semangat juang yang tinggi di babak kedua, bahkan memberikan assist untuk gol yang dicetak Ole Romeny.