5 Kesalahan Timnas Indonesia yang Tidak Boleh Terulang saat Lawan Bahrain

Irwan Febri Suara.Com
Selasa, 25 Maret 2025 | 15:36 WIB
5 Kesalahan Timnas Indonesia yang Tidak Boleh Terulang saat Lawan Bahrain
Patrick Kluivert masih optimis timnas Indonesia kejar posisi kedua atau runner up klasemen akhir Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Dok. PSSI)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Pukulan ini lalu terlihat dari pemain-pemain Australia yang nyaman memainkan bola dari kaki ke kaki pada proses gol ketiga yang dicetak Jackson Irvine.

4. Antisipasi Tendangan Sudut

Indonesia semakin tenggelam ketika Australia mencetak dua gol dengan cara yang sama, yakni tendangan sudut yang diambil oleh Craig Goodwin.

Dua kali tendangan kaki kiri Goodwin berhasil menemui kepala rekannya, Liam Miller dan Irvine, untuk memperdaya enam pemain tinggi Indonesia yang berjaga di kotak enam yard.

Kegagalan antisipasi bola tendangan sudut menandakan Indonesia sangat buruk dalam situasi duel bola udara.

Sofascore mencatat kesuksesan duel udara Indonesia pada laga itu di bawah 50 persen, dengan nilai 35 persen atau hanya menang enam kali dari 17 duel. Jumlah ini kalah dari tim tuan rumah yang mencatatkan tingkat keberhasilan 65 persen atau 11 kali kemenangan dari 17 duel.

5. Pola Penyerangan yang Lebih Baik

Selain harus lebih baik dari segi bertahan, Indonesia juga perlu lebih baik dari segi menyerang. Penguasaan bola 60 persen saat melawan Australia tak lebih dari hanya angka statistik di layar jika tak dibarengi dengan kreasi peluang gol.

Dua tendangan tepat sasaran dari 11 percobaan adalah konversi angka yang buruk karena artinya Indonesia terlalu banyak menembak saat peluang itu belum sepenuhnya matang. Memasuki final third sebanyak 83 kali, namun hanya membuat sentuhan di kotak penalti sebanyak 17 kali menjadi bukti bahwa Indonesia tak mampu menembus tembok kokoh Australia.

Baca Juga: Banyak Pemain Keturunan Indonesia, Erick Thohir: Dulu Timnas Indonesia Dibela Pemain Afrika

Sebaliknya, anak-anak asuh Tony Popovic itu bermain efektif selama 90 menit. Jumlah tembakan mereka adalah sembilan. Lima dari jumlah tembakan ini menjadi peluang besar yang kelima-limanya menjadi gol atau dalam artian lain memiliki presentase 100 persen.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI