3 Hal yang Bisa Dipelajari Timnas Indonesia dari Pertemuan Pertama Kontra Bahrain

Arief Apriadi Suara.Com
Selasa, 25 Maret 2025 | 10:46 WIB
3 Hal yang Bisa Dipelajari Timnas Indonesia dari Pertemuan Pertama Kontra Bahrain
Timnas Indonesia dan Patrick Kluivert bisa mengambil pelajaran dari pertemuan sebelumnya saat menjamu Bahrain pada Selasa (25/5/2025). (IG FIFA)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Timnas Indonesia dan Patrick Kluivert bisa mengambil pelajaran dari pertemuan sebelumnya saat menjamu Bahrain pada Selasa (25/5/2025).

Pada pertemuan sebelumnya, 10 Oktober 2024 lalu, Timnas Indonesia ditahan imbang 2-2 oleh Bahrain. Terlepas dari kontroversi wasit, hasil itu harus memberi pelajaran.

Beberapa hal yang mungkin akan berbeda pada pertemuan kedua nanti adalah hadirnya pemain-pemain baru di Timnas Indonesia.

Ole Romeny dipastikan akan menjadi pilihan utama di lini depan, kemudian Joey Pelupessy berkesempatan debut melawan Bahrain.

Beberapa hal yang bisa dipelajari dari laga melawan Bahrain sebelumnya oleh Timnas Indonesia di antaranya.

1. Pressing Ketat Bahrain dari Lini Depan

Cuplikan bentrok Timnas Indonesia dengan Bahrain di pertemuan pertama. (pssi.org)
Cuplikan bentrok Timnas Indonesia dengan Bahrain di pertemuan pertama. (pssi.org)

Bahrain diprediksi akan bermain lebih bertahan saat bertandang ke Stadion Gelora Bung Karno (GBK), tapi pressing ketat Bahrain tidak bisa dianggap sepele.

Pressing ketat Bahrain menjadi salah satu faktor yang membuat Timnas Indonesia kesulitan mengembangkan permainan pada babak pertama di pertemuan pertama.

Aliran bola jadi tidak lancar karena para pemain sulit melepaskan diri dari pengawalan ketat para pemain Bahrain. Kluivert harus mencari cara agar hal ini tidak mengganggu lagi distribusi bola.

Baca Juga: Indonesia Vs Bahrain: Kluivert Tebar Ancaman, GBK Siap Bergelora!

2. Antisipasi Bola Mati

Penyerang Timnas Bahrain, Mohammed Marhoon. (Instagram/mahdooo10)
Penyerang Timnas Bahrain, Mohammed Marhoon. (Instagram/mahdooo10)

Hal lain yang harus jadi perhatian Timnas Indonesia saat melawan Bahrain adalah antisipasi bola mati. Beberapa kali eksekusi bola mati Bahrain memberi ancaman buat Indonesia.

Hingga akhirnya gol penyama kedudukan dari Bahrain lahir di menit-menit akhir pertandingan. Sepak pojok Bahrain gagal diantisipasi oleh pemain Indonesia.

Antisipasi bola mati yang kurang maksimal ini tentu tidak boleh lagi terjadi di pertemuan kedua. Dua gol dari set piece saat melawan Australia juga harusnya memberi pelajaran berarti buat Kluivert untuk serius membenahi skema antisipasi.

3. Memanfaatkan Celah Blok Press Bahrain

Goran Lackovic menjadi asisten pelatih Timnas Bahrain. (Instagram/goran_lackovi)
Goran Lackovic menjadi asisten pelatih Timnas Bahrain. (Instagram/goran_lackovi)

Bahrain yang biasanya mengusung skema blok press saat bertahan memberikan situasi yang sulit untuk bisa menembus pertahanan mereka.

Akan tetapi, Timnas Indonesia bisa membongkar itu dengan memanfaat celah dan ruang-ruang kosong yang tersedia saat Bahrain fokus bertahan.

Celah yang paling sering muncul adalah di sisi sayap yang bisa dipakai untuk masuk ke pertahanan mereka. Hal itu terlihat dari gol pertama Indonesia ke gawang Bahrain di laga pertama.

Taktik long pass juga bisa menjadi alternatif untuk langsung memanfaatkan ruang-ruang kosong yang hadir di pertahanan Bahrain.

Namun perlu dicatat bahwa skema ini diperlukan akurasi dan kematangan dalam mengambil keputusan agar long ball yang diberikan efektif.

Rekor Pertemuan Timnas Indonesia vs Bahrain

Sejak pertemuan pertama pada 1980, Timnas Indonesia dan Bahrain telah bertemu delapan kali dalam berbagai ajang resmi.

Berdasarkan data dari laman 11v11, Indonesia mencatat dua kemenangan, sementara Bahrain unggul dengan tiga kemenangan, dan tiga laga lainnya berakhir imbang. Statistik ini menunjukkan persaingan ketat antara kedua tim sepanjang sejarah pertemuan mereka.

Duel pertama terjadi pada 27 Agustus 1980 di ajang President's Cup, di mana Timnas Garuda meraih kemenangan tipis 3-2.

Salah satu momen paling dikenang dalam sejarah pertemuan kedua tim terjadi pada 29 Februari 2012 di Kualifikasi Piala Dunia 2014, saat Indonesia mengalami kekalahan telak 0-10 dari Bahrain.

Dalam duel terakhir pada Oktober tahun lalu, kedua tim bermain imbang 2-2, menegaskan keseimbangan kekuatan mereka.

Kemenangan terakhir Timnas Indonesia atas Bahrain terjadi di Piala Asia 2007 dengan skor 2-1 di Stadion Gelora Bung Karno, yang menjadi salah satu momen bersejarah bagi sepak bola Indonesia.

Kontributor: Aditia Rizki

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI