
Hal lain yang harus jadi perhatian Timnas Indonesia saat melawan Bahrain adalah antisipasi bola mati. Beberapa kali eksekusi bola mati Bahrain memberi ancaman buat Indonesia.
Hingga akhirnya gol penyama kedudukan dari Bahrain lahir di menit-menit akhir pertandingan. Sepak pojok Bahrain gagal diantisipasi oleh pemain Indonesia.
Antisipasi bola mati yang kurang maksimal ini tentu tidak boleh lagi terjadi di pertemuan kedua. Dua gol dari set piece saat melawan Australia juga harusnya memberi pelajaran berarti buat Kluivert untuk serius membenahi skema antisipasi.
3. Memanfaatkan Celah Blok Press Bahrain

Bahrain yang biasanya mengusung skema blok press saat bertahan memberikan situasi yang sulit untuk bisa menembus pertahanan mereka.
Akan tetapi, Timnas Indonesia bisa membongkar itu dengan memanfaat celah dan ruang-ruang kosong yang tersedia saat Bahrain fokus bertahan.
Celah yang paling sering muncul adalah di sisi sayap yang bisa dipakai untuk masuk ke pertahanan mereka. Hal itu terlihat dari gol pertama Indonesia ke gawang Bahrain di laga pertama.
Taktik long pass juga bisa menjadi alternatif untuk langsung memanfaatkan ruang-ruang kosong yang hadir di pertahanan Bahrain.
Namun perlu dicatat bahwa skema ini diperlukan akurasi dan kematangan dalam mengambil keputusan agar long ball yang diberikan efektif.
Baca Juga: Indonesia Vs Bahrain: Kluivert Tebar Ancaman, GBK Siap Bergelora!
Rekor Pertemuan Timnas Indonesia vs Bahrain