Suara.com - Bahrain santai menjelang laga melawan timnas Indonesia pada Selasa (25/3/2025). Mereka menggelar latihan perdana di Lapangan A Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (22/3/2025), dengan hanya diikuti oleh 14 pemain yang terdiri dari dua kiper dan 12 pemain outfield.
Dari 26 pemain yang dipanggil pelatih Dragan Talajic, 12 pemain sisanya mengikuti latihan terpisah di hotel.
"Selamat malam. Terima kasih sudah hadir di latihan," kata Talajic menyapa awak media di sela-sela dia memimpin latihan.
Dilansir dari Antara, memperlihatkan bus rombongan Bahrain tiba di lokasi pada pukul 19.15 WIB. Sebanyak 14 pemain ini kemudian memulai latihan pada pukul 19.30 WIB.
Latihan terbuka selama 15 menit ini dimulai dari jogging ringan mengelilingi setengah lapangan sebanyak dua kali. Latihan lalu memasuki sesi passing dengan jarak dua sampai tiga meter, lalu pemanasan ringan, dan kemudian dengan juggling bola.
Sementara itu, pada latihan ini juga terlihat aparat keamanan berjaga di sekitar Lapangan A. Lapangan di sisi luar juga terlihat ditutup dengan kain hitam.
Pertandingan antara Indonesia dengan Bahrain akan terjadi pada Selasa (25/3) pukul 20.45 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Laga ini sama-sama penting untuk Indonesia dan Bahrain yang menghuni posisi 4-5 klasemen sementara Grup C dengan enam poin. Siapa pun yang membawa tiga poin pada laga nanti akan menjaga peluang lolos mereka di Piala Dunia 2026 tetap terbuka.
Baik Indonesia dan Bahrain sama-sama menelan kekalahan pada laga sebelumnya. Indonesia kalah 1-5 dari Australia di Stadion Sepak Bola Sydney pada Kamis, sedangkan Bahrain menderita kekalahan 0-2 dari Jepang di Stadion Saitama pada hari yang sama.
Baca Juga: Mees Hilgers Angkat Koper, Kemunduran bagi Kluivert dan Timnas Indonesia
Menghitung Peluang Lolos Timnas Indonesia jika Imbang atau Kalah
Apabila Timnas Indonesia hanya bisa meraup hasil imbang melawan Bahrain, artinya kedua tim hanya akan mendapatkan satu poin. Sehingga, Indonesia dan Bahrain akan sama-sama mengantongi tujuh poin.
Situasi ini sebetulnya tidak akan mengubah banyak peringkat di Grup C. Tentu saja, dengan saat yang bersamaan, Indonesia dan Bahrain harus menanti hasil pertandingan antara China melawan Australia.
Apabila China kalah maupun imbang melawan Australia, maka posisi antarkontestan di Grup C dipastikan tidak mengalami perubahan. Akan tetapi, perjuangan skuad Garuda bisa semakin sulit.
Pasalnya, pada laga terakhir akan melawan China dan Jepang. Jika bersikap realistis, sulit bagi Timnas Indonesia untuk mengamankan dua kemenangan dari laga ini.
Kesempatan Timnas Indonesia untuk bisa melaju ke Piala Dunia 2026 Zona Asia tampaknya bisa tertutup apabila nantinya harus menelan kekalahan melawan Bahrain. Sebab, situasinya bakal semakin rentan.
Kekalahan melawan Bahrain berarti menggeser posisi Timnas Indonesia ke peringkat kelima klasemen. Andai saja pada laga lainnya China bisa menang, atau minimal, menahan imbang Australia, maka Indonesia dipastikan berada di dasar klasemen.
Dengan kondisi semacam ini, sulit bagi Timnas Indonesia untuk mengakhiri persaingan di peringkat ketiga atau keempat. Sebab, pada laga terakhir, mereka akan melawan China dan Jepang.
Kemenangan melawan China saja hanya bisa membuat posisi Indonesia naik ke peringkat kelima. Artinya, jika kalah dari Bahrain, Timnas Indonesia bisa menyampaikan selamat jumpa pada Piala Dunia 2026.
Klasemen Sementara Grup C
Jepang yang merupakan pemuncak klasemen Grup C sudah dipastikan lolos ke Piala Dunia 2026 setelah menang atas Bahrain 2-0. Mereka mengemas 19 poin dari 7 pertandingan yang sudah dijalani.
Sedangkan di posisi kedua ada Australia yang sukses hajar Timnas Indonesia 1-5. Kini, tim asuhan Tony Popovic mengoleksi 10 poin dari hasil kemenangan itu.
Kemudian di posisi ketiga ada Arab Saudi dengan koleksi 9 poin. Nah, posisi keempat di tempati Timnas Indonesia dengan 6 poin.
Jumlah poin yang dikumpulkan skuad Garuda sama dengan Bahrain dan China yang ada di bawahnya. Melihat persaingan yang ada, Timnas Indonesia tentu tidak lagi boleh kalah di tiga pertandingan sisa.
Patrick Kluivert harus memikirkan strategi yang cocok agar tidak lagi terpeleset.
Kontributor: Muh Faiz Alfarizie