Pada musim dingin 2014, Maduro hijrah ke Yunani dan bergabung PAOK Salonika. Usai 1,5 musim di Yunani, ia kembali ke Belanda dan bergabung FC Groningen.
Di penghujung kariernya, Maduro pun memilih bermain di Siprus untuk Omonia Nicosia pada 2017, sebelum akhirnya gantung sepatu pada 2018.
Kiprahnya sebagai pemain sempat membawa Maduro menjadi andalan di Timnas Belanda. Tercatat, ia mampu mengoleksi 18 caps bersama De Oranje.
Usai gantung sepatu, Maduro memutuskan terjun ke dunia kepelatihan dengan menjadi asisten Timnas Belanda U-21 dan berlanjut menjadi asisten pelatih Timnas Belanda U-18.
Setelahnya, Maduro dipinang Almere City pada 2020. Tapi kiprahnya tak bertahan lama, dan membuatnya menjadi asisten pelatih Timnas Belanda U-17 dan melatih Almere City U-21.
Tak hanya menjadi pelatih, Maduro juga sempat ditunjuk sebagai penasihat untuk Timnas Curacao selama dua tahun dari 2020-2022.
Namun, karier kepelatihannya membawanya kembali ke Almere City pada 2021 sebagai asisten dan berlanjut menjadi asisten sekaligus pelatih sementara Ajax Amsterdam.
Barulah pada awal musim 2024/2025 ini, Maduro ditunjuk sebagai pelatih Almere City. Sayangnya, ia harus dipecat karena rentetan hasil buruk dan posisi tim yang terjerumus di zona merah. (Felix Indra Jaya)
Baca Juga: Siapa Jochem van de Kamp? Bocah 21 Tahun Dianggap Lebih Hebat dari Thom Haye