Kini, Patrick Kluivert mengikuti pola serupa dengan membawa Alex Pastoor dan Denny Landzaat, dua sosok yang juga memiliki pengalaman di sepak bola Belanda dan Eropa.
Bima Sakti: Dari Asisten Jadi Pelatih Kepala
![Asisten pelatih timnas U-22 Bima Sakti [Suara.com/Adie Prasetyo]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2017/03/01/78621-bima-sakti.jpg)
Nama Bima Sakti menjadi salah satu cerita unik dalam perjalanan Timnas Indonesia. Ia memulai kariernya sebagai asisten pelatih Luis Milla pada 2017-2018.
Namun, ketika kontrak Milla tidak diperpanjang oleh PSSI, Bima Sakti dipercaya menjadi pelatih kepala Timnas Indonesia di Piala AFF 2018.
Bersama Bima Sakti, legenda Tim Garuda seperti Kurniawan Dwi Yulianto juga turut membantu dalam tim kepelatihan.
Sayangnya, masa kepemimpinan Bima tidak berjalan mulus. Timnas Indonesia gagal lolos dari fase grup Piala AFF 2018, yang membuat posisinya sebagai pelatih kepala tidak bertahan lama.
Kombinasi Lokal dan Internasional untuk Masa Depan
Dengan penggabungan asisten pelatih lokal dan asing, Timnas Indonesia menunjukkan pendekatan yang seimbang dalam membangun tim nasional.
Patrick Kluivert diharapkan dapat memanfaatkan pengalaman internasionalnya untuk mengembangkan bakat-bakat lokal dan membawa prestasi baru bagi Timnas Indonesia.
Baca Juga: Indra Sjafri: Patrick Kluivert Orang Baru, Saya Sudah 14 Tahun Pegang Timnas
Pengumuman resmi dua pelatih lokal yang akan bergabung dalam staf kepelatihan diprediksi menjadi langkah penting dalam menciptakan harmoni antara pendekatan internasional dan pemahaman lokal.