Menurutnya sejak 2012, ritme kehidupanya sebagai seorang pemain muda berubah 180 derajat. Ia harus menjalani hari-hari bak pemain profesional. Tidur baginya bukan lagi pilihan.
"Saya berusia 16 tahun tapi hidup seperti atlet profesional dan melapor tiap pagi kepada pelatih fisik untuk latihan kebugaran dan stabilitas," ungkapnya.
"Itu melelahkan dan sulit," keluh Riedewald. Meski begitu ia mengaku hal tersebut menguntungkan bagi kariernya. "Secara fisik saya siap untuk semuanya,"
Jairo Riedewald lebib lanjut menceritakan bahwa ia menjadi pemain tengah karena ditempatkan oleh Frank de Boer saat masih di Ajax. Kondisi itu juga tak lepas karena Ajax kehilangan pemain, Niklas Moisander yang pindah ke Sampdoria.
"Saya pikir Riedewald bisa dengan mudah menjadi pemain Ajax dan berikutnya membela Belanda," kata Frank de Boer.
"Jairo punya bakat yang luar biasa, tetapi ada monster dalam dirinya yang perlu dibangkitkan," sambung de Boer.