Sementara itu, Marselino Ferdinan mengaku kehilangan sosok yang telah membimbingnya sejak usia 17 tahun.
Bahkan, Justin Hubner, salah satu pemain naturalisasi di era Shin, menilai sang pelatih memiliki mental seorang pejuang dan pemenang yang luar biasa. Para pemain diaspora lainnya juga merasakan pengaruh besar dari metode kepelatihannya yang tegas namun penuh strategi.
Patrick Kluivert: Era Baru Timnas Indonesia Dimulai
![Pelatih tim akademi Barcelona, Patrick Kluivert. [Glyn KIRK / AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/07/19/19192-patrick-kluivert-fc-barcelona.jpg)
Setelah spekulasi panjang, PSSI akhirnya mengumumkan Patrick Kluivert sebagai pengganti Shin Tae-yong. Dalam unggahan resminya, PSSI menyambut pelatih asal Belanda tersebut dengan "Welkom," yang berarti selamat datang.
Kluivert akan didampingi dua asisten, yakni Alex Pastoor dan Denny Landzaat, dengan kontrak awal selama dua tahun dan opsi perpanjangan.
Masuknya Kluivert memperkuat nuansa Belanda di timnas Indonesia, mengingat banyaknya pemain keturunan Belanda seperti Shayne Pattynama, Nathan Tjoe-A-On, dan Jay Idzes. Jumlah pemain diaspora ini kemungkinan akan bertambah dengan rencana PSSI menaturalisasi Ole Romeny dan Jairo Riedewald.
Mengapa Patrick Kluivert Dipilih?
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menilai Kluivert sebagai sosok yang memiliki nama besar di dunia sepak bola. Mantan striker Ajax, AC Milan, dan Barcelona ini juga tercatat sebagai pencetak gol terbanyak keempat sepanjang masa di timnas Belanda.
Meski rekam jejaknya sebagai pelatih utama tidak terlalu gemilang—hanya menangani timnas Curacao dan Adana Demirspor—PSSI percaya bahwa pengalaman dan wibawanya dapat membawa pengaruh positif bagi timnas Indonesia.
Baca Juga: Elkan Baggott: Bali United...
Selain itu, kesamaan bahasa dengan pemain diaspora dianggap sebagai nilai tambah.