Putra Eks Pemain Porto Terancam Hukuman Mati di Indonesia, Siapa Dia?

Galih Prasetyo Suara.Com
Rabu, 30 Oktober 2024 | 11:41 WIB
Putra Eks Pemain Porto Terancam Hukuman Mati di Indonesia, Siapa Dia?
Rui Viana anak eks pemain FC Porto, Rui Oscar terancama hukuman mati di Indoensia [Tangkap layar Instagram].
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Putra eks pemain Portugal terancam hukuman mati di Indonesia. Pada Maret 2024 Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPUBC TMP) C Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang menangkap pria Portugal inisial RP (22) karena menyelundupkan narkotika jenis kokain.

Laporan dari media Portugal A Bola menyebut inisial RP yang ditangkap penyelundupan kokain itu diketahui bernama Rui Viana.

Rui Viana ini ternyata berstatus sebagai anak eks pemain FC Porto, Rui Oscar. Rui ialah mantan pemain FC Porto, Maritimo dan Beira-Mar.

Rui Oscar dikutip dari data Transfermarkt, satu angkatan dengan salah satu legenda Portugal, Sergio Conceição saat membela Porto di musim 1995/1996.

"Rui Viana ditangkap karena perdagangan kokain pada Maret 2024, pria Portugis lainnya juga terancam hukuman 6,5 tahun penjara," tulis A Bola, Rabu (30/10).

Dari laporan media Portugal lainnya, Diario de Noticias de Madeira, Rui Viana juga sempat bermain sepak bola namun mengakhiri kariernya pada musim panas lalu.

Soal ancaman hukuman mati kepada Rui Viana, pengacaranya, Miguel Matias tegaskan hal itu berat namun melegakan.

"Untuk apa kami takutkan, hukuman mati, hukuman apapun, meski berat namun itu melegakan," ucap Matias.

Sebelumnya, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan, Zaky Firmansyah di Tangerang, Senin mengatakan bahwa pengungkapan tindak pidana penyelundupan narkotika ini merupakan hasil operasi tim gabungan antara Direktorat Interdiksi DJBC dan Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Intip Pemusnahan 9,4 Kilogram Barang Bukti Narkoba Oleh BNNP DKI Jakarta

Petugas Bea Cukai yang melakukan pengawasan di area kedatangan penumpang internasional menaruh kecurigaan dari perilaku yang tampak ragu-ragu dan beberapa kali berhenti berjalan sembari menelpon saat memasuki area pemeriksaan e-CD.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI