Hingga artikel ini dibuat, tercatat ada 14 pemain yang dinaturalisasi di era Shin Tae-yong, baik itu pemain keturunan maupun lewat jalur istimewa.
Bahkan nantinya ada lima tambahan pemain naturalisasi baru lagi untuk Timnas Indonesia, yakni Mees Hilgers, Eliano Reijnders, Dion Markx, Tim Geypens, hingga Mauresmo Hinoke.
Karena maraknya naturalisasi ini lah, muncul gerakan anti naturalisasi yang kini mulai terlihat lewat spanduk ataupun ucapan dari beberapa tokoh.
Terbaru, ada sosok Hifni Hasan yang secara blak-blakan mengkritik naturalisasi di hadapan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, pada acara Santini Jebreeet Media Award.
“Pertama, saya mau berbicara tentang Coach Shin Tae-yong. Jadi, saya ini orang yang paling keras untuk masalah naturalisasi,” kata anggota Komite Eksekutif NOC Indonesia itu.
“Saya coba memberitahu kepada beliau, jangan terlalu banyak pemain naturalisasi dibawa ke tubuh sepak bola Indonesia,” lanjutnya.
Sementara itu, pro kontra soal naturalisasi pun mendapat atensi Shin Tae-yong. Pelatih berusia 53 tahun itu menyebut adanya pemain naturalisasi membuat Timnas Indonesia naik level.
Shin Tae-yong bahkan meminta publik Indonesia, terutama yang kontra naturalisasi, memiliki pandangan luas terkait adanya pemain naturalisasi di tim nasional.
“Ada yang bilang ini menyusahkan pemain lokal, tapi tolong jangan salah sangka, kalau kita bisa naik ranking FIFA sampai top 50, sepakbola Indonesia tidak akan gampang runtuh,” kata Shin Tae-yong.
Baca Juga: Momen Berkelas Maarten Paes, Selamatkan FC Dallas dari Potensi Kebobolan 6 Gol
“Tolong lihat dari sudut pandang yang lebih besar, jangan yang kecil,” lanjutnya, dikutip dari akun @transfer.bola di Instagram.