Wahyu Wijiastanto menjadi kapten Timnas Indonesia saat adanya dualisme di tubuh PSSI. Akibat dualisme ini pula, ia menemukan jatuh bangun dalam kariernya.
Akibat dualisme di tubuh PSSI, FIFA menjatuhkan sanksi terhadap Indonesia. Karena sanksi ini, sepak bola Tanah Air sempat mati suri.
Di tengah ketidakpastian soal sepak bola Indonesia akibat sanksi FIFA itu, Tanto kemudian memutuskan banting stir membuka peternakan ikan dan burung.
Dikutip dari kanal YouTube 90 Menit, Tanto membuka peternakan tersebut di Salatiga, di mana ia beternak ikan seperti lele, bawal, dan nila.
Tak hanya beternak ikan, Tanto juga beternak burung, di mana ia memulai bisnis ini dari sepasang burung dan berkembang menjadi bisnis yang menjanjikan.
Usai dualisme dan sanksi FIFA dicabut, Tanto sempat kembali ke lapangan hijau dengan bermain untuk Kalteng Putra dan Persip Pekalongan.
Ia pun sempat berhenti dari dunia sepak bola selama tiga tahun dari 2018 hingga 2021, sebelum akhirnya kembali ke lapangan hijau pada November 2021 dengan membela PSISa Salatiga.
Dilansir dari Transfermarkt, Tanto memutuskan untuk benar-benar pensiun dari sepak bola pada 2022 lalu saat usianya telah menginjak 36 tahun.
(Felix Indra Jaya)
Baca Juga: Striker Keturunan Yogyakarta-Belanda: Jakarta Rumah Kedua Saya