Suara.com - Menilik tiga alasan mengapa Dion Markx harus segera dinaturalisasi oleh PSSI untuk membela Timnas Indonesia kelompok umur hingga senior. Bek handal ini akan sangat berguna untuk mengisi kekosongan lini belakang Timnas senior yang lagi ditinggal pemain inti seperti Elkan Baggott dan Jordi Amat.
Sebagaimana diketahui, Dion Markx merupakan salah satu nama yang diajukan pelatih Timnas Indonesia U-20, Indra Sjafri, untuk dinaturalisasi.
Pemain berusia 19 tahun itu direkomendasikan bersama dengan dua nama lainnya, yakni Mauresmo Hinoke dan Tim Geypens.

Keinginan Indra Sjafri menaturalisasi Dion Markx tak lepas dari performanya ketika membela Timnas Indonesia U-20 di ajang Toulon Tournament atau Turnamen Maurice Revello.
Hanya saja sejak mengemukakan keinginannya menaturalisasi Dion Markx itu, kabar naturalisasinya dan kedua pemain lainnya seakan mandek.
Bahkan saat Timnas Indonesia U-20 berlaga di Seoul Earth On Us Cup di Korea Selatan, Dion Markx tak dipanggil oleh Indra Sjafri.
Karenanya, muncul ketakutan jika naturalisasi Dion Markx tak akan dilanjutkan oleh PSSI karena tak kunjung adanya progres dari proses naturalisasinya.
Setidaknya ada tiga alasan mengapa PSSI harus segera bergerak cepat menaturalisasi Dion Markx agar bisa membela Timnas Indonesia U-20. Apa saja alasannya? Berikut ulasannya.
1. Timnas Indonesia U-20 Akan Hadapi Ajang Bergengsi
Baca Juga: Jarang Dimainkan di Klub, Ini Respons KAS Eupen Lepas Shayne Pattynama ke Timnas Indonesia
Alasan utama agar naturalisasi Dion Markx dipercepat adalah adanya agenda penting yang akan dihadapi Timnas Indonesia U-20.