Kisah kejayaan PSM Makassar di musim 1999/2000 menjadi bukti nyata bagaimana keseriusan manajemen, strategi yang tepat, dan kerja sama tim yang solid mampu mengantarkan sebuah klub meraih prestasi gemilang.
![Pelatih Persikabo1973, Aji Santoso. [IG Persikabo]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/10/20/91308-aji-santoso-persikabo-1973.jpg)
Dominasi PSM di Wilayah Timur
PSM Makassar memulai perjalanannya dengan gemilang di babak reguler. Mereka berhasil menjadi juara Wilayah Timur dengan mengumpulkan 56 poin dari 26 pertandingan.
Ketajaman lini depan Juku Eja dibuktikan dengan torehan 41 gol, diiringi dengan hanya dua kali kekalahan.
Keberhasilan di Wilayah Timur mengantarkan PSM ke babak delapan besar yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Di babak ini, PSM kembali menunjukkan dominasinya dengan menjadi juara Grup A, unggul atas Pupuk Kaltim, Persijatim, dan PSMS Medan.

Langkah PSM di semifinal terhalang oleh Persija Jakarta.
Namun, gol tunggal Miro Baldo Bento membawa Juku Eja melaju ke final, di mana mereka bertemu kembali dengan Pupuk Kaltim.
Pertandingan final menjadi panggung bagi Kurniawan Dwi Yulianto untuk menunjukkan kehebatannya.
Baca Juga: Skuat Borneo FC Ogah Naik Baracuda, Diego Michiels Soroti Sikap Bobotoh
Legenda Timnas Indonesia ini mencetak dua dari tiga gol kemenangan PSM Makassar, mengantarkan Juku Eja meraih gelar juara dengan skor akhir 3-2.