1. Variasi Serangan
Meski menang besar, Timnas Indonesia U-19 masih memiliki kekurangan dari variasi serangan yang ditampilkan kala melawan Filipina.
Dalam pertandingan itu, mayoritas gol Timnas Indonesia U-19 lahir dari dari sisi sayap dan mengandalkan Cutback dan Crossing dari para winger maupun Fullback.
Hal ini membuat minimnya kreativitas dari lini tengah. Sehingga Indra Sjafri sebagai pelatih harus mulai memikirkan taktik baru agar variasi serangan Indonesia tak bertumpu di sektor sayap semata.
2. Finishing
Lagi-lagi Finishing atau penyelesaian akhir masih menjadi PR besar bagi Timnas Indonesia, entah itu tim senior maupun kelompok umur.
Meski berhasil mencetak setengah lusin gol ke gawang Filipina, Timnas Indonesia sejatinya bisa saja menang lebih besar karena memiliki sederet peluang emas yang bisa berbuah gol.
Tercatat, Timnas Indonesia U-19 memiliki 8 tembakan Off Target dari sederet peluang itu sehingga gagal meraih kemenangan yang lebih besar atas Filipina.
3. Pengambilan Keputusan
Baca Juga: Lini Belakang Makin Kokoh, Ini Sosok Ricardo Lima Bek Anyar yang Direkrut Persis Solo
Di laga kontra Filipina, para pemain Timnas Indonesia U-19 masih memiliki kekurangan dalam pengambilan keputusan atau Decision Making saat menguasai bola.