Suara.com - Pelatih Suwon FC, Kim Eun-jung, mengakui kartu merah yang diterima Pratama Arhan merusak strategi yang dia terapkan di babak kedua. Meski demikian, dia tak menyalahkan bek Timnas Indonesia tersebut.
Suwon FC harus takluk dari Jeju dalam lanjutan K League atau liga kasta teratas Korea Selatan 2024, Minggu (26/5/2024).
Dalam pertandingan di Jeju World Cup Stadium, Suwon FC takluk dengan skor tipis 0-1. Gol semata wayang Jeju dicetak Seo Jin-su pada menit ke-12.
Kim Eun-jung menjelaskan bahwa dirinya telah mengubah strategi di babak kedua agar timnya bermain lebih menyerang demi mengejar keteringgalan.
Namun, kartu merah yang diterima Pratama Arhan pada menit ke-76 diakui membuat taktik Suwon FC menjadi kacau.
Arhan menjalani debut bersama Suwon FC di K League 2024 setelah menggantikan Jeong Dong-ho pada menit ke-72. Namun, baru empat menit di lapangan, dia langsung dikartu merah.
![Bek Timnas Indonesia, Pratama Arhan menjalani mimpi buruk dalam laga debutnya bersama Suwon FC di K League 2024. Dia langsung dikartu merah hanya empat menit berada di lapangan. [Dok. Suwon FC]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/05/27/21017-bek-timnas-indonesia-pratama-arhan-suwon-fc.jpg)
Bek sayap kiri ini dikeluarkan wasit setelah menginjak kaki pemain Jeju, Lim Chang-woo.
"Kami mengubah taktik di babak kedua untuk bermain lebih ofensif. Tapi saya pikir semuanya menjadi kacau karena kartu merah [Pratama Arhan]," ujar Kim Eun-jung dikutip dari Chosun, Senin (27/5/2024).
Meski demikian, sang pelatih menyoroti bahwa Suwon FC sejatinya masih bisa memberi perlawanan pasca Arhan dikartu merah. Sayangnya, peluang yang tercipta gagal dimanfaatkan menjadi gol.
"Kami menciptakan peluang bagus dalam situasi bermain dengan 10 orang. Sayang disayangkan kiper Kim Dong-jun melakukan penyelamatan bagus."