Dari kurun waktu 1949-200an awal, Como 1907 terus berkutat di antara Serie A, Serie B, hingga sempat turun ke Serie C.
Kali terakhir mereka mentas di Serie A ada pada musim 2002/03. Sayangnya mereka langsung terdegradasi lagi di musim selanjutnya.
Kebangkrutan Como dan Akusisi Grup Djarum
![Training ground Como 1907 [Tangkapan layar@como_1907]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/05/11/71630-como-1907.jpg)
Como yang memang berstatus klub semenjana, semakin terpuruk usai dinyatakan bangkrut beberapa kali. Mereka memang mampu bangkit perlahan, tapi kebangkrutan terus menghantui klub ini.
Hingga pada 18 Oktober 2019, Como dibeli lewat anak perusahaan Djarum SENT Entertainment Ltd. yang berbasis di London, Inggris. Nilai bahkan tidak sampai Rp 5 miliar.
Baca Juga: Informasi Lengkap Seputar Nathan Tjoe-A-On
Diakuisisinya Como 1907 oleh perusahaan milik salah satu orang terkaya di Indonesia, Hartono Bersaudara, itu perlahan membuahkan hasil.
Setelah menunggu lebih dari dua dekade, Como 1907 akhirnya promosi lagi ke Serie A usai menempati peringkat kedua Serie B 203/24.
Progres Como di bawah dinasti Djarum terbilang cukup pesat. Saat diakuisisi, Como masih bermain di Serie D, perlahan mereka bangkit dan promosi ke Serie C dan naik ke Serie B pada musim 2021/22.
Baca Juga: Klub Milik Orang Indonesia Como 1907 Promosi ke Serie A, Jay Idzes dan Venezia Berjuang di Play-off
Prestasi