Fakhri hanya mengulang pernyataan yang pernah diucapkan mantan pelatih Timnas Indonesia sebelum Shin Tae-yong, Luis Milla.
Lebih dari itu, Fakhri meyakini jika talenta-talenta itu akan muncul dengan sendirinya seiring pengembangan yang baik dan benar di usia dini dilakukan.
"Luis Milla itu menyampaikan begini, Evan Dimas itu kalau lahir di Argentina bisa jadi Lionel Messi. Messi kalau lahir di Indonesia, belum tentu jadi Messi," ujar Fakhri.
"Artinya apa, lingkungan ini yang juga perlu pemain-pemain yang membawa pengaruh. Lingkungan itu apa saja? infrastruktur, latihan, kompetisi banyak.
"Sekarang kita ada kompetisi Soeratin, kompetisi yang terintegrasi dan berkelanjutan. Kalau itu dilakukan, kita hanya tinggal metik pemain saja," imbuhnya.
Evan Dimas memang pernah digadang-gadang sebagai salah satu pemain bintang Timnas Indonesia, namun seiring waktu berlalu, kaiernya hanya mentok di level dalam negeri.
Ia pernah dilatih Shin Tae-yong dan nyaris meraih gelar juara Piala AFF 2020, sayangnya kesempatan itu lenyap usai kalah di final dari Thailand.
Kontributor: Eko
Baca Juga: Bedah Taktik Shin Tae-yong di Laga Timnas Indonesia U-23 vs Guinea, Potensi Ubah Gaya Main