Menurutnya para pecinta sepak bola di Negeri Ginseng ini memang kecewa berat. Namun kekecewaan itu dilampiaskan ke asosiasi sepak bola Korsel (KFA) karena dianggap tak becus meski sempat mendatangkan pelatih Jurgen Klinsmann.
"Pokoknya di Korea saat ini mereka itu sangat-sangat marah, dendam, benci terhadap PSSK (KFA), karena pemilihan pelatihnya sangat-sangat buruk," kata Hansol.
Hansol menjelaskan bahwa hampir 40 tahun Timnas Korea Selatan U-23 bermain di Piala Asia U-23, selalu lolos ke semifinal dan kerap langganan bertarung di Olimpiade Musim Panas. Pada 2024 ini Olimpiade dihelat di Paris, Prancis.
"Bagi warga Korea Olimpyc ini selalu bisa dihadiri, sekarang tidak bisa. Jadi bisa dibayangkan (bagaimana kecewanya)," ujar dia.
Selanjutnya bagaimana warga Korea memandang Indonesia termasuk dengan Shin Tae-yong, Hansol menjabarkan bahwa hal itu dianggap sebagai bahan untuk mengkritik KFA sendiri yang dianggap bobrok.
Bahkan di pertarungan peringkat ketiga Indonesia vs Irak, banyak suporter dan warga Korea mendukung anak asuh Shin Tae-yong ini.
"Jujur warga Korea sendiri ikutan seneng karena dengan ini, warga Korea itu bisa komplain lebih lagi ke PSSK," kata dia.
Karena Korsel sudah tersingkir, dan Indonesia ditukangi pelatih yang juga berasal dari Korea, warga di sana pun menaruh dukungan penuh ke Indonesia.
"Reaksi orang Korea kayak gimana?, sudah kayak gini orang Korea memilih untuk mendukung Indonesia. Jujur Korea udah kalah, pilihannya ada negara-negara lain tapi dilihat, paling enggak Indonesia itu pelatihnya dari Indonesia, yuk kita dukung Indonesia," jelas Hansol.
Timnas Indonesia U-23 sendiri masih berambisi mengincar peringkat ketiga di Piala Asia U-23 menghadapi Irak. Shin Tae-yong sendiri menargetkan anak asuhnya bisa lolos ke Olimpiade Paris 2024.