Aspek-aspek itu dinilai sangat penting agar kondisi fisik para pemain tetap prima saat menjalani latihan dan bertanding.
“Ini (Ramadan) menimbulkan tantangan tertentu bagi pesepakbola dan atlet profesional," kata Dr Zafar Iqbal dikutip dari Goal Internasional.
"Anda harus berlatih pada tingkat tinggi dan hal utama yang Anda khawatirkan adalah mengoptimalkan kinerja, hidrasi, nutrisi, tidur, pelatihan, dan pemulihan Anda."
3. Memilih Asupan Makanan yang Tepat

Iqbal menyiapkan bagan diet yang dibuat khusus untuk setiap pemain bersama dengan ahli gizi klub, dan tetap sangat berhati-hati untuk tidak memberi mereka makanan kaya karbohidrat saat berbuka puasa.
“Saat mereka berpuasa, kita harus berhati-hati untuk tidak memberi mereka makanan yang kaya energi seperti gorengan atau makanan tinggi gula," kata Dr Iqbal.
"Karena tubuh sudah lama tidak mendapat makanan dalam sehari, begitu kelebihan makanan masuk ke dalam tubuh dan tidak habis, akan disimpan [sebagai lemak]."
“Kami harus berhati-hati, terutama selama bulan Ramadan, agar para pemain tidak mengalami kelebihan lemak. Satu-satunya cara untuk melakukan hal tersebut adalah dengan memastikan mereka juga mengonsumsi makanan yang tepat.”
4. Menjaga Niat dan Pikiran
Baca Juga: Bahas Kiprah Ten Hag di Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer Kirim Doa

Selalu menjadi tantangan bagi para pemain Muslim untuk menghadapi kerasnya sepak bola profesional selama bulan Ramadan.