Kolaborasi sukses Widodo dengan asisten-asisten Arema FC menjadi kunci utama kesuksesannya.
Tanpa membentuk dinasti sendiri, Widodo memaksimalkan peran asisten pelatih yang sudah ada, seperti Kuncoro, Siswantoro, dan FX Yanuar.
Keputusan cerdas ini memungkinkan Widodo untuk dengan tepat mendiagnosa masalah tim dan merancang solusi.
Sukses Charles Lokolingoy dalam mencetak gol mungkin hasil dari saran asisten kepada Widodo, yang telah lama mengusulkan peran striker untuknya.

3. Sebenarnya Tidak Ada Perubahan Drastis
Meskipun Widodo memiliki perbedaan dalam konsep bermain dibandingkan dengan Fernando Valente, ia tidak langsung mengubahnya saat memimpin Arema FC.
Saat awal menangani tim, Widodo memutuskan untuk tidak melakukan banyak perubahan dan hanya memfokuskan pada penajaman beberapa aspek permainan.
Widodo tidak bersikap egois dengan tetap fleksibel terhadap idealisme dan konsep permainannya. Ia bersedia berkompromi untuk menyelamatkan tim dari risiko degradasi.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Baca Juga: Deretan Klub Liga 1 yang Kompak Ogah Lepas Pemain ke Timnas Indonesia untuk Piala Asia U-23 2024