Dengan masuk perempat final Piala Dunia U-17 di Indonesia, Maroko sudah mencetak sejarah baru.
Impian skuad muda Maroko sendiri lebih dari itu. Mereka ingin meniru sukses tim seniornya yang tahun lalu di Qatar menjadi tim Afrika dan Arab pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia.
Namun, mereka menghadapi ujian berat dari tim yang nyaris menghentikan mereka dalam Piala Afrika U-17 2023.
Tidak saja relatif akrab dengan turnamen ini, Mali juga bernafsu mencetak sejarah yang gagal mereka torehkan delapan tahun silam.
Namun selama turnamen ini, Mali menjadi tim yang mengesankan sekali. Kecuali saat melawan Spanyol pada fase grup, Mali menjadi tim yang lebih menekan ketika menaklukkan Uzbekistan, Kanada dan Meksiko.
Mereka merajalela di semua sektor lapangan. Berdasarkan catatan FIFA, Mali menjadi tim yang menciptakan peluang gol tepat sasaran yang terbanyak.
Mereka berbahaya baik di luar maupun di dalam kotak penalti lawan. Mereka juga memasuki sepertiga akhir lapangan, dari tiga saluran sekaligus; kiri, kanan, dan tengah.
Formula Baru Ala Soumaila Coulibaly
Pelatih Mali Soumaila Coulibaly mungkin tak akan lagi memasang tiga gelandang dalam pola 4-3-3. Dia akan mencoba formula baru yang sejauh ini efektif membuat Mali sulit ditembus lawan tapi juga efektif merusak permainan lawan.
Baca Juga: Preview Prancis vs Uzbekistan, Perempat Final Piala Dunia U-17 2023 Hari Ini
Mali tiga kali menang dalam skor besar, masing-masing 3-0 dari Uzbekistan, 5-1 dari Kanada yang keduanya terjadi selama fase grup, dan 5-0 dari Meksiko dalam 16 besar, karena merangkul formula ini.