Semenit berselang, Timnas Indonesia U-23 kembali mendapatkan peluang emas. Alfeandra Dewangga melepaskan tendangan bebas dari sisi kanan kotak penalti.
Bola tembakkan Dewangga begitu akurat meluncur ke pojok kiri atas gawang Vietnam, tetapi kiper Quan Van Chian masih bisa menepisnya.
Vietnam membalas pada menit ke-63. Salah satu penggawa Golden Star Warriors melepaskan tembakkan keras setelah meliuk-liuk di depan kotak penalti. Beruntung Ernando Ari mampu menjinakkan tembakkan keras tersebut.
Pada menit ke-65, Vietnam kembali meneror Indonesia. Nguyen Quoc Viet menyambar umpan silang dari sisi kanan. Namun, tembakkan keras itu masih mampu ditepis oleh Ernando Ari.
Hanya tiga menit berselang, Vietnam lagi-lagi dapat peluang emas. Khang Van Kuat menginisiasi serangan balik di mana dirinya menggocek beberapa pemain Indonesia.
Sang pemain pun memberikan umpan kepada Minh Quang Nguyen di sisi kanan kotak penalti. Namun tembakkannya masing menyamping ke sisi kiri gawang Ernando Ari.
Indonesia kemudian coba meneror gawang Vietnam lewat Ramadhan Sananta. Striker Persis Solo itu melepaskan tendangan bebas pada menit ke-76, tetapi bola masih membentur mistar gawang.
Kedua tim terus melancarkan serangan selepas momen tersebut. Namun, skor imbang 0-0 bertahan hingga waktu normal berakhir. Laga pun dilanjutkan ke babak adu penalti untuk menentukan tim yang berhak menjadi juara.
Di babak perpanjangan waktu, laga masih berjalan sengit. Dua tim yang kelelahan tampil dengan intensitas yang tak lagi tinggi hingga skor imbang 0-0 bertahan di paru pertama.
Di babak kedua perpanjangan waktu, Timnas Indonesia U-23 tampil lebih dominan. Berkali-kali Ramadhan Sananta hingga Kelly Sroyer menciptakan peluang emas, tetapi pada akhirnya gagal bikin gol.