Suara.com - Muhammad Ferarri, bek muda potensial Persija Jakarta dan Timnas Indonesia, secara mengejutkan rela vakum sejenak dari dunia sepak bola profesional demi mengikuti pendidikan polisi.
Keputusan Ferarri jelas berdampak luas dan bisa merugikan banyak pihak dari sudut pandang sepak bola. Pasalnya, dia kemungkinan akan absen 5-7 bulan untuk menjalani pendidikan.
Hal itu jelas selain merugikan dirinya sendiri, juga berdampak negatif bagi Persija Jakarta dan juga Timnas Indonesia.
Nah, di level Timnas Indonesia, pelatih Shin Tae-yong kemungkinan dipusingkan dengan absennya Ferarri, mengingat skuad U-23 sudah ditunggu agenda penting.
Terdekat, Timnas Indonesia U-23 dijadwalkan tampil di Piala AFF U-23 2023. Event ini dijadwalkan berlangsung pada 17-26 Agustus 2023 di Rayong dan Chonburi, Thailand.
![Bek Persija Jakarta, Muhammad Ferarri. [dok. Persija]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/03/17/99802-muhammad-ferarri-persija-jakarta.jpg)
Tanpa Ferarri, pelatih Shin Tae-yong jelas harus memutar otak untuk mencari pengganti sang pemain untuk posisi bek tengah.
Piala AFF U-23 2023 bukanlah event yang masuk kalender FIFA sehingga Shin Tae-yong kemungkinan besar akan sulit memanggil para pemain yang diinginkan.
Merujuk hal itu, mungkinkah Shin Tae-yong memberikan Muhammad Ferarri hukuman atas keputusannya yang secara mendadak meninggalkan sepak bola demi mimpinya yang lain?
Dengan asumsi pelatih asal Korea Selatan itu memberi hukuman, beberapa sanski ini mungkin saja dijatuhkan kepada Ferarri merujuk dari kasus-kasus indisipliner pemain yang pernah ditangani sang juru taktik.
Shin Tae-yong diketahui sebagai pelatih yang sangat tegas dan disiplin. Sudah banyak pemain Timnas Indonesia yang menjadi korban "tangan besi" sang pelatih.