Pertama Sejak 1990, 3 Tim Italia ke Final Kompetisi Eropa: Inter Milan, AS Roma dan Fiorentina

Arief Apriadi Suara.Com
Jum'at, 19 Mei 2023 | 12:05 WIB
Pertama Sejak 1990, 3 Tim Italia ke Final Kompetisi Eropa: Inter Milan, AS Roma dan Fiorentina
Striker Inter Milan, Lautaro Martinez merayakan kemenangan usai memastikan diri lolos final Liga Champions 2023 usai mengalahkan AC Milan dengan skor agregate 3-0 di Stadion Guseppe Meazza, Rabu (17/5/2023) dini hari WIB. (Foto: AFP)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Sepak bola Italia mengalami kebangkitan musim ini. Hal itu ditunjukkan dari pencapaian wakil-wakilnya di kompetisi Eropa 2022-2023 yakni Liga Champions, Liga Europa dan Liga Konferensi.

Menyitat Football-Italia, Jumat (19/5/2023), untuk kali pertama dalam 33 tahun terakhir, terdapat tiga wakil klub Italia di final kompetisi klub Eropa.

Kali terakhir tiga wakil Italia melaju ke final kompetisi Eropa di musim yang sama terjadi pada 1989-1990. Kala itu, AC Milan, Juventus dan Sampdoria jadi ujung tombak dan hebatnya masing-masing berhasil jadi juara.

Juventus menjuarai UEFA Cup dengan mengalahkan Fiorentina, sementara AC Milan juara European Cup atau Liga Champions usai menekuk Benfica, dan Sampdoria juara Piala Winners dengan mengalahkan Anderlecht di final.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik AS Roma ke Final Liga Europa Usai Singkirkan Bayer Leverkusen

Kini, setelah 33 tahun, hal itu terulang. Inter Milan memsatikan tempat di partai puncak Liga Champions, Fiorentina dan AS Roma menyusul masing-masing ke final Liga Europa dan Liga Konferensi.

Para pemain AS Roma melakukan selebrasi setelah pertandingan leg kedua semifinal Liga Eropa 2022-2023 antara Bayer Leverkusen vs AS Roma di Leverkusen, pada 18 Mei 2023. INA FASSBENDER/AFP.
Para pemain AS Roma melakukan selebrasi setelah pertandingan leg kedua semifinal Liga Eropa 2022-2023 antara Bayer Leverkusen vs AS Roma di Leverkusen, pada 18 Mei 2023. INA FASSBENDER/AFP.

Inter melangkah ke final Liga Champions untuk kali pertama sejak 2010 setelah mengalahkan rival sekota, AC Milan dengan agregat 3-0 hasil dari kemenangan 2-0 di leg pertama, dan 1-0 di leg kedua tengah pekan ini.

AS Roma melaju ke final Liga Europa 2022-2023 setelah mengalahkan Bayer Leverkusen dengan agregat 1-0 berkat kemenangan di leg pertama dan hasil imbang tanpa gol pada leg kedua Jumat (19/5/2023).

Sementara Fiorentina lolos ke final Liga Konferensi secara dramatis. Mereka melakukan comeback atas Basel.

Wakil Italia bertandang ke markas Basel di St. Jakob-Park, Jumat (19/5/2023) dengan tekanan besar lantaran tertinggal agregat 1-2 buntut kekalahan di leg pertama.

Baca Juga: Hasil Liga Konferensi: West Ham dan Fiorentina Jumpa di Final usai Kandaskan Lawan Masing-masing

Namun, Fiorentina secara luar biasa mampu membalikan keadaan. Mereka menang 3-1 guna unggul agregat 4-3 dan berhak melaju ke partai final.

Keberhasilan ketiganya membuat Italia pun berpotensi Hattrick gelar Eropa musim ini, jika ketiga tim tersebut bisa memenangkan partai final.

Uniknya, ketiga tim Italia yang lolos ke final kompetisi Eropa ini adalah pentolan The Magnificent Seven, yang merupakan representasi kejayaan sepak bola di negeri Pizza.

Sebagai informasi, The Magnificent Seven merupakan sebutan untuk tim-tim besar Italia di era 90 an, yakni Juventus, Inter Milan, AC Milan, AS Roma, Lazio, Fiorentina, dan Parma.

Dengan hadirnya tiga pentolan The Magnificent Seven Serie A di final kompetisi Eropa ini, akankah Liga Italia benar-benar bangkit dan merengkuh kembali kejayaannya seperti era 90 an kelak?

Potensi Ulangi Kejayaan era 90-an

Sebagaimana diketahui, sepak bola Italia sempat meraih kejayaan di era 90-an, dengan banyaknya tim-tim kuat yang bersaing di Eropa.

Tim-tim kuat asal Italia ini juga membuat kompetisi domestiknya, yakni Serie A, menjadi liga yang paling digemari pada era tersebut.

Namun kejayaan ini memudar saat sepak bola memasuki era 2000 an. Masalah demi masalah yang menerpa sepak bola Italia menjadi penyebab lunturnya kejayaan sepak bola di negeri Pizza itu.

Masalah penonton, rasisme, hingga skandal pengaturan skor yang dikenal sebagai Calciopoli, langsung mencoreng wajah sepak bola Italia.

Hal tersebut membuat sepak bola Italia ditinggalkan. Terlebih dengan menanjaknya pamor-pamor kompetisi lainnya seperti Liga Inggris dan Liga Spanyol.

Pamor sepak bola Italia yang luntur ini membuat banyak pemain bintang dan pelatih ternama meninggalkan kompetisi tersebut, yang kemudian berimbas pada prestasi tim-tim negeri Pizza di Eropa.

Terhitung sejak 2011 hingga 2020, tak ada tim Italia selain Juventus yang berhasil menembus final Liga Champions dan Inter Milan yang menembus final Liga Europa.

Kini, sepak bola Italia seperti bangkit dari kuburnya dan mulai bergeliat kembali dengan keberhasilan tiga wakilnya menembus final kompetisi Eropa di musim 2022/2023 ini.

[Felix Indra Jaya]

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI