"Sudah menjadi normal dan sangat mudah bagi saya. Saya mulai berpuasa pada usia 12 atau 13 tahun dan sekarang saya berusia 30 tahun. Saya mengenal tubuh saya dengan sangat baik - saya memiliki sarapan yang baik sebelumnya yang membantu saya menjalani hari," kisahnya Abdoulaye Doucoure.
Khusus saat Ramadhan, Abdoulaye Doucoure cerita jika koki klub akan sediakan makanan berbuka untuknya. Menunya sama seprti makan siang pemain lain.
“Latihan masih sama selama Ramadhan, tapi saat kita pergi kita mungkin perlu makan lebih lambat dari yang lain, jadi koki menyiapkan makanan untuk kita, memastikan semuanya ada seperti di rumah. Kita mendapatkan makanan halal jadi tidak ada masalah," katanya.
Khusus malam hari, Abdoulaye Doucoure juga menyempatkan diri untuk tarawih di malam hari. Dia juga membaca Al Quran.
“Selama Ramadhan keluarga berkumpul untuk berbuka puasa dan kemudian kami pergi ke masjid untuk Tarawih [sholat malam]. Saya suka saat ini karena Anda bertemu dengan beberapa orang baru juga - Ramadhan adalah momen yang baik bagi umat Islam untuk terhubung dengan kami," kata dia.
"Membaca lebih banyak Al-Qur'an dan belajar darinya adalah sesuatu yang selalu saya lakukan dan, selama Ramadhan, itu adalah sesuatu yang harus ditingkatkan oleh semua Muslim."