Tersingkir di Piala Asia, Timnas Indonesia Temukan Kelebihan Guna Hadapi Lawan Tangguh di Piala Dunia U-20 2023

Arief Apriadi Suara.Com
Rabu, 08 Maret 2023 | 06:14 WIB
Tersingkir di Piala Asia, Timnas Indonesia Temukan Kelebihan Guna Hadapi Lawan Tangguh di Piala Dunia U-20 2023
Pesepak bola Timnas U-20 Indonesia Dzaky Asraf (kiri) menggiring bola yang coba direbut pesepak bola Timnas U-20 Uzbekistan Esanov Sherzod dalam laga terakhir Grup A Piala Asia U-20 di Stadion Istiqlol, Fergana, Uzbekistan, Selasa (7/3/20230). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/tom.
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Tersingkirnya Timnas Indonesia U-20 dari fase grup Piala Asia U-20 2023 tak hanya menyisakan kekecewaan, tetapi juga pelajaran berharga bagi para pemain skuad Garuda Nusantara.

Salah satu pemain yang mengambil sisi positif dari kegagalan itu adalah kapten Muhammad Ferarri. Dia merasa Timnas Indonesia U-20 punya kelebihan yang akan berguna menghadapi lawan-lawan di Piala Dunia U-20 2023 pada Mei mendatang.

Timnas Indonesia U-20 tersingkir dari Piala Asia U-20 2023 setelah cuma bermain imbang tanpa gol kontra tuan rumah Uzbekistan dalam matchday ketiga atau terakhir Grup A, Selasa (7/3/2023) malam WIB.

Kapten Timnas U-20 Indonesia Ferrari (kiri) berbicara dengan rekan setimnya Dony Tri Pamungkas usai pertandingan melawan Timnas U-20 Uzbekistan dalam laga terakhir Grup A Piala Asia U-20 di Stadion Istiqlol, Fergana, Uzbekistan, Selasa (7/3/20230). Timnas U-20 gagal lolos ke babak selanjutnya setelah bermain imbang 0-0 melawan tim tuan rumah sehingga menempatkan Indonesia pada peringkat tiga grup A. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/tom.
Kapten Timnas U-20 Indonesia Ferrari (kiri) berbicara dengan rekan setimnya Dony Tri Pamungkas usai pertandingan melawan Timnas U-20 Uzbekistan dalam laga terakhir Grup A Piala Asia U-20 di Stadion Istiqlol, Fergana, Uzbekistan, Selasa (7/3/20230). Timnas U-20 gagal lolos ke babak selanjutnya setelah bermain imbang 0-0 melawan tim tuan rumah sehingga menempatkan Indonesia pada peringkat tiga grup A. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/tom.

Hasil itu membuat Timnas Indonesia U-20 finis diurutan ketiga dengan koleksi empat poin, setara Irak U-20 tetapi mereka kalah selisih gol yakni -1 berbanding +1.

Irak finis kedua setelah menahan imbang Suriah 1-1 pada matchday ketiga. Di dua laga sebelumnya, mereka mengalahkan Indonesia 2-0 dan takluk 0-1 dari Uzbekistan.

Sementara Uzbekistan berhak lolos ke perempat final sebagai pemuncak klasemen Grup A setelah mengoleksi tujuh poin hasil dari dua kemenangan dan sekali imbang.

Pesepak bola Timnas U-20 Indonesia Ronaldo Kwateh (kanan) mengejar bola dibayangi pesepak bola Timnas U-20 Uzbekistan Abdukodir Khusanov dalam laga terakhir Grup A Piala Asia U-20 di Stadion Istiqlol, Fergana, Uzbekistan, Selasa (7/3/20230). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/tom.
Pesepak bola Timnas U-20 Indonesia Ronaldo Kwateh (kanan) mengejar bola dibayangi pesepak bola Timnas U-20 Uzbekistan Abdukodir Khusanov dalam laga terakhir Grup A Piala Asia U-20 di Stadion Istiqlol, Fergana, Uzbekistan, Selasa (7/3/20230). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/tom.

Menurut Muhammad Ferarri, Piala Asia U-20 menunjukkan Timnas Indonesia U-20 masih punya kekurangan dalam hal fisik. Mereka kesulitan bersaing dalam aspek itu dengan lawan-lawannya yang punya postur lebih tinggi dan besar.

Namun, Ferarri menegaskan bahwa di balik kekurangan itu ada kelebihan yang bisa dimanfaatkan. Pemain tim Merah Putih yang relatif bertubuh kecil, dinilai punya kecepatan yang jauh lebih baik dari lawan-lawannya.

"Semua orang tahu memang dari segi fisik kami kalah," kata Muhammad Ferarri pasca laga dikutip dari Antara, Rabu (8/3/2023).

Baca Juga: Tak Berkutik, Timnas Indonesia Susah Payah Imbangi Uzbekistan di Babak Pertama

"Tapi tak ada yang tidak mungkin di sepak bola, para pemain Timnas U-20 itu cepat dan hal itu bisa jadi modal kami untuk mengungguli lawan

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI