Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali menghimbau Persib Bandung dan Persija Jakarta untuk segera melepas pemainnya untuk mengikuti pemusatan latihan atau training camp (TC) Timnas Indonesia U-20.
Saking alotnya polemik terkait pemanggilan pemain ini, Zainudin Amali sampai menyinggung persoalan nasionalisme alias rasa cinta terhadap Tanah Air.
“Kalau ada klub yang belum mengizinkan pemainnya, ini adalah kepentingan nasional, bukan kepentingan perorangan, itu yang harus kita ke depankan," kata Zainudin Amali di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (9/2/2023).
![Ilustrasi Pelatih Persija Thomas Doll dan Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong. [Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/02/03/97655-thomas-doll-shin-tae-yong.jpg)
Zainudin Amali mengakui paham dengan situasi yang ada di mana pemanggilan pemain ke Timnas Indonesia U-20 bakal menganggu persiapan tim di tengah kompetisi BRI Liga 1 2022-2023.
Namun, dia menyebut bahwa ada kepentingan lebih besar yakni prestasi Timnas Indonesia U-20 yang sebentar lagi bakal tampil di dua ajang besar yaitu Piala Asia U-20 2023 dan Piala Dunia U-20 2023.
“Memang berat, tapi kalau Merah Putih sudah memanggil, dulu pejuang-pejuang bangsa kita lebih dari itu, nyawanya yang dikorbankan,” kata Amali.

Sebagai informasi, setidaknya baru 21 dari 30 pemain yang dipanggil pelatih Shin Tae-yong telah hadir mengikuti TC di Jakarta yang telah bergulir sejak 1 Februari lalu.
Sebanyak sembilan pemain belum bisa mengikuti TC karena belum juga dilepas timnya atau tengah meniti karier di luar negeri.
Mereka adalah Robi Darwis, Kakang Rudianto dan Ferdiansyah dari Persib Bandung serta Cahya Supriadi, Muhammad Ferrari, Doni Tri Pamungkas dan Alfriyanto Nico dari Persija.
Sementara dua lainnya adalah Marselino Ferdinan dan Ronaldo Kwateh yang tengah meniti karier di luar negeri. Nama pertama tengah merumput bersama KMSK Deinze, sedangkan Kwateh dikabarkan bakal membela salah satu klub di Turki.