"Tapi begitulah adanya - seorang pelatih kepala perlu mengambil keputusan yang tidak selalu berakhir dengan baik," tambahnya.
Van Gaal pun menyindir sikap Di Maria dengan membandingkannya dengan Memphis Depay, penyerang andalan Belanda saat ini yang diboyongnya ke Manchester United pada 2015 silam.
Depay saat itu bisa dibilang gagal beradapatasi dengan atmosfer Liga Inggris. Dia tampil melempem dan bahkan pernah dicoret Van Gaal dalam skuad Manchester United di final Piala FA 2016.
Tapi Van Gaal mengatakan keduanya sekarang rukun, dengan Depay sebagai striker utamanya di Qatar.
"Memphis juga bermain [di] Manchester -- dan sekarang kami saling berciuman, mulut ke mulut -- kami tidak akan melakukannya sekarang," kata Van Gaal sambil tertawa.
"Begitulah hal-hal berjalan dengan baik - dalam sepak bola, orang-orang tertawa sekarang, tetapi Memphis."
"Saya tidak menurunkan Memphis untuk final, itu tidak baik, tapi seorang pelatih kepala tidak melakukan sesuatu tanpa alasan dan itu bisa saja terjadi. Keputusan yang salah, tapi lihat saja bagaimana kita berurusan satu sama lain sekarang!" pungkas van Gaal.