"Menanggapi FAW, FIFA telah mengkonfirmasi bahwa penggemar dengan topi Rainbow Wall dan bendera pelangi akan diizinkan masuk ke stadion untuk pertandingan Cymru melawan Iran pada hari Jumat," begitu pernyataan FAW atau asosiasi sepak bola Wales, dikutip dari Twitter @FAWALES.
2. Menjadi Perdebatan
Sebelumnya, pihak Qatar menindak keras pihak yang membawa atribut berbau LGBT. Bahkan, para pasukan keamanan setempat melarang gerakan LGBT untuk masuk ke dalam stadion.
Meskipun begitu, beberapa suporter masih menunjukkan dukungannya terhadap komunitas LGBT dengan menggunakan pakaian pelangi pada saat menghadiri Piala Dunia. Seperti halnya yang dilakukan oleh para pendukung Wales yang tetap menggunakan topi ember pelangi.
Aksi nekat juga dilakukan oleh seorang jurnalis, sehingga dia ditahan karena mengenakan kaus dengan gambar sepak bola pelangi di atasnya.
3. FIFA Lakukan Pertemuan dengan Otoritas Qatar
Disebabkan oleh hal adanya perdebatan yang terjadi, FIFA dikatakan telah mengadakan pertemuan dengan Komite Tertinggi Pengiriman dan Warisan Piala Dunia Qatar.
Dalam pertemuan tersebut, FIFA mengatakan bahwa semua orang harus bisa disambut di turnamen tersebut. FIFA juga meminta kepada otoritas Qatar untuk mengakhiri kebijakan menghapus atribut pelangi dari suporter.
Meskipun saat ini aturan tersebut telah dicabut dan FIFA mengizinkan atribut LGBT masuk ke dalam stadion, disebutkan diskusi akan tetap berlangsung dan pihak Qatar menyatakan tidak pernah membuat komitmen yang sama secara terbuka.
4. Alasan FIFA Akhirnya Melunak