Suara.com - Timnas Belanda akan bertemu dengan buruh migran Qatar di sela-sela Laga Piala Dunia 2022. Mereka akan membahas isu pelanggaran hak asasi manusia pekerja proyek Piala Dunia 2022.
"Tim sepak bola Belanda akan meluangkan waktu selama mereka tinggal di Qatar untuk berbicara dengan para migran yang membantu membangun stadion untuk Piala Dunia," kata pelatih Louis van Gaal pekan lalu.
Dikutip dari Reuters, Timnas Belanda akan bertemu dengan 20 migran pada 17 November.
![Pelatih Timnas Belanda, Louis van Gaal. [FRANCK FIFE / AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/09/22/41157-louis-van-gaal-timnas-belanda.jpg)
Belanda salah satu negara yang paling keras mengkritik isu pelanggaran HAM terhadap para buruh migran.
Qatar mendapat sorotan tajam dari kelompok hak asasi manusia atas masalah migran menjelang turnamen, yang berlangsung dari 20 November hingga 18 Desember.
Pemerintah Qatar sudah membantah klaim dalam sebuah laporan oleh organisasi hak asasi manusia Amnesty International bahwa ribuan pekerja migran terjebak dan dieksploitasi.

Van Gaal mengatakan pertemuan dengan para migran itu dimaksudkan untuk memberi perhatian.
"Tentu saja ini akan menjadi situasi yang dibuat-buat, tetapi fakta bahwa kami bersedia melakukan ini memberi tahu Anda sesuatu tentang ide-ide KNVB dan skuat ini," kata Van Gaal tentang pertemuan itu.
“Tetapi setelah berjam-jam dengan para migran, fokus perlu beralih ke Senegal,” kata Van Gaal, merujuk pada lawan pertama Grup A Belanda di Qatar pada 21 November.