Piala Dunia 2022 Start Kurang dari Tiga Minggu Lagi, Dua Negara Peserta Ini Terancam Batal Ambil Bagian

Rully Fauzi Suara.Com
Rabu, 02 November 2022 | 21:55 WIB
Piala Dunia 2022 Start Kurang dari Tiga Minggu Lagi, Dua Negara Peserta Ini Terancam Batal Ambil Bagian
Trofi Piala Dunia. [Alexander NEMENOV / AFP]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Piala Dunia 2022 di Qatar akan berlangsung kurang dari tiga minggu lagi. Namun, justru sederet kontroversi dan permasalahan malah muncul.

Salah satu masalah itu adalah munculnya beberapa negara yang terancam dicoret dari Piala Dunia 2022. Ada beberapa masalah yang mendasari kemungkinan pencoretan ini oleh FIFA.

Tentu saja hal ini menimbulkan permasalahan karena Piala Dunia 2022 sudah akan bergulir pada 20 November nanti.

Turnamen tersebut akan diikuti oleh 32 tim terbaik di dunia. Namun, ada dua negara yang justru terancam gagal ikut serta di Piala Dunia edisi kali ini.

Iran

Negara pertama yang terancam gagal ikut serta di Piala Dunia 2022 adalah perwakilan Asia, Iran. Desakan ini muncul setelah muncul dugaan Iran membantu Rusia menyerang Ukraina.

Desakan mencoret ini muncul dari CEO Shakhtar Donetsk, Sergei Palkin. Seperti yang diketahui, situasi antara Rusia dengan Ukraina saat ini tengah memanas. Ada kabar yang menyebutkan Iran memasok drone 'Kamikaze' ke Rusia.

Oleh karena itu, Sergei Palkin mengatakan kalau Timnas Iran harus dilarang oleh FIFA untuk ikut Piala Dunia 2022. Sebagai gantinya, Ukraina akan bermain di Qatar bulan depan.

Sebelumnya, FIFA telah melarang Rusia dan Belarusia dari kompetisi internasional pada Februari menyusul invasi ke Ukraina. Palkin percaya Iran harus menghadapi hukuman yang sama menyusul partisipasi langsung negara itu dalam serangan teroris terhadap warga Ukraina.

Baca Juga: BLINK Siap-siap Gigit Jari, BLACKPINK Terancam Gagal Konser di SUGBK karena Piala Dunia U-20 2023

Situasi politik di Iran sendiri memang sedang tidak kondusif menyusul protes yang meluas di negara Timur Tengah ini. Inggris bahkan memberlakukan sanksi kepada Iran setelah tokoh politik dan pejabat keamanan melakukan pelanggaran HAM usai kematian Mahsa Amini (22 tahun). 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI