Dunia Hari Ini: Sepak Bola Indonesia Berkabung

SiswantoABC Suara.Com
Senin, 03 Oktober 2022 | 12:01 WIB
Dunia Hari Ini: Sepak Bola Indonesia Berkabung
Ultras Garuda bersama Gabungan suporter klub di Indonesia menyalakan flare saat melakukan aksi 1000 lilin dan tabur bunga di depan Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu (2/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Dunia sepak bola Indonesia berkabung dengan meninggalnya lebih dari 100 orang di Malang setelah pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya hari Sabtu kemarin (1/10).

Inilah salah satu berita utama dalam Dunia Hari ini ABC edisi Senin 3 Oktober 2022.

Doa bersamabagi para korban

Ratusan warga mendatangi Stadion Kanjuruhan, Minggu malam, untuk mendoakan dan mengenang para korban meninggal.

Mereka menyalakan lilin dan berdoa atas meninggalnya setidaknya125 orang dalam peristiwa tersebut.

Ratusan warga juga berkumpul di Jakarta dengan membawa spanduk bertuliskan "Sepak bola Indonesia Berduka" dan "Hentikan Tindakan Brutal Polisi".

Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan penyelidikan mengenai prosedur keamanan dan Presiden FIFA Gianni Infantino menyebutnya sebagai"hari buruk bagi semua yang terlibat dalam sepak bola dan tragedi yang sulit dibayangkan".

Kapolri Listyo Sigit mengatakan jumlah total kematian sejauh ini adalah 125 orang, turun dari angka yang diumumkan sebelumnya, yakni 174 orang, karena beberapa korban dihitung dua kali. Sementara ratusan orang masih dirawat di delapan rumah sakit.

Ukraina kuasai kota penting di kawasan yang dianeksasi Rusia

Pemerintah Ukraina mengklaim sudah berhasil menguasai salah satu kota penting di bagian timur Lyman, yang sebelumnya dikatakanRusiasudah bersedia bergabung negaranya lewat referendum.

"Lyman sudah dibebaskan sepenuhnya," kata PresidenUkrainaVolodymyr Zelenskyy dalam video pendek diTelegram.

Baca Juga: Nikita Mirzani Minta Jangan Salahkan Polisi terkait Tragedi Kanjuruhan yang Tewaskan Ratusan Orang

Lymandikenal dengan kota logistik penting dan bisa menjadi tempat bagi Ukraina untukmelakukan lanjutan serangan ke bagian Timur yang dikuasai Rusia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI