Aji Santoso Minta Maaf Persebaya Gagal Amankan Kemenangan Lawan Madura United

Rully Fauzi Suara.Com
Minggu, 14 Agustus 2022 | 21:46 WIB
Aji Santoso Minta Maaf Persebaya Gagal Amankan Kemenangan Lawan Madura United
Pelatih kepala Persebaya Surabaya, Aji Santoso. [dok. BeritaJatim.com]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Pelatih kepala Persebaya Surabaya, Aji Santoso meminta maaf seusai gagal mempersembahkan poin penuh bagi timnya saat menghadapi Madura United di laga kandang pekan keempat BRI Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (14/8/2022) malam.

"Kami sudah berusaha maksimal untuk menang di kandang, tapi dihukum gol menit akhir. Saya mohon maaf kepada suporter dan pencinta Persebaya," ujar Aji seperti dikutip dari Antara, Minggu.

Pada pertandingan yang disaksikan langsung 29 ribu pasang mata tersebut, Persebaya ditahan imbang 2-2 oleh Madura United.

Gol-gol Persebaya dicetak Silvio Junior pada menit ke-28 dan 48, sedangkan dua gol Madura United dilesakkan Lulinha pada menit ke-7 dan Cleberson Souza pada menit 90+2.

Jalannya pertandingan, menurut Aji berjalan menarik dan pemain sudah menampilkan upaya maksimal di atas lapangan, meski hasil akhir tidak berpihak kepada tuan rumah.

Pelatih yang juga legenda hidup Persebaya itu juga mengaku tidak habis pikir bisa kecolongan menit-menit akhir sehingga tiga poin yang sudah di depan mata sirna di menit tambahan.

Terlebih, gol Madura United berasal dari servis bola mati yang selama ini menjadi “penyakit” Persebaya, bahkan sejak musim lalu.

"Saya tidak habis pikir. Selama latihan, antisipasi melalui bola mati selalu kami lakukan. Menahan tendangan bebas maupun penjuru sudah kami pelajari sebagai bahan koreksi. Tapi di lapangan terulang lagi," ucapnya.

Hasil tersebut membuat suporter kecewa dan meneriakkan yel-yel bernada sindiran, termasuk tidak semua suporter ikut bernyanyi Song for Pride usai pertandingan.

Baca Juga: Hasil BRI Liga 1: Dibungkam Persita, Persis Solo Semakin Terbenam di Dasar Klasemen

Menurut Aji, sikap tersebut wajar karena anak asuhnya gagal memaksimalkan keunggulan dan hanya meraih satu poin dari hasil bermain di kandang sendiri.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI