Teknologi Offside Semi Otomatis Digunakan di Piala Dunia 2022

Syaiful Rachman Suara.Com
Jum'at, 01 Juli 2022 | 17:05 WIB
Teknologi Offside Semi Otomatis Digunakan di Piala Dunia 2022
Logo Piala Dunia 2022 Qatar. [FRANCK FIFE / AFP]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Teknologi offside semi-otomatis akan digunakan pada Piala Dunia tahun 2022, menjanjikan keputusan yang lebih akurat dan jauh lebih cepat, kata badan sepak bola dunia FIFA, Jumat (1/7/2022).

Dalam apa yang bisa dianggap sebagai perkembangan luar biasa dalam memimpin pertandingan, teknologi tersebut akan mampu memecahkan keputusan offside yang kontroversial dengan kecepatan dan akurasi yang tak terbayangkan kurang dari satu dekade lalu.

Menggunakan kamera yang ditempatkan secara strategis di sekitar stadion, dan chip dalam bola pertandingan, FIFA mengatakan teknologi tersebut akan sangat membantu mengurangi keputusan Video Assistant Referee (VAR) terus menerus atas seruan offside dan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengecek.

"Kami sudah bekerja dengan penggunaan VAR yang lebih konsisten, khususnya mengenai garis intervansi," kata Pierluigi Collina, kepala Komite Wasit FIFA dalam jumpa pers yang dikutip Antara dari Reuters, Jumat.

"Kami sadar bahwa kadang-kadang lamanya waktu memeriksa atau meninjau kembali terlalu lama, khususnya terkait offside."

Solusi tersebut, ungkap FIFA, yang disebut SAOT, akan membawa rasa futuristik, era ruang angkasa ke permainan tersebut, dengan penonton mampu melihat beberapa animasi 3D ketika keputusan VAR dijelaskan dalam layar raksasa di stadion.

Teknologi tersebut sudah dites pada dua turnamen dalam tujuh bulan terakhir dan sudah diperkirakan akan disetujui untuk Piala Dunia di Qatar mulai 21 November hingga 18 Desember. Ini akan digunakan di semua arena pada turnamen tersebut.

Ini menggunakan 12 kamera pelacak khusus yang dipasang di bawah atap stadion untuk melacak bola dan hingga 29 titik data dari setiap pemain individu, 50 kali per detik, menghitung posisi tepat mereka di lapangan. Sebanyak 29 titik data yang dikumpulkan mencakup semua anggota badan dan ekstremitas yang relevan untuk membuat keputusan offside.

Sensor data

Baca Juga: FIFA Matchday September: Timnas Indonesia akan Tampil Dua Kali di Kandang

Sensor di dalam bola mengirim data 500 kali per detik, memungkinkan deteksi yang tepat mengenai titik tendangan untuk keputusan offside.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI