Revolusi Mental Barcelona di Era Kepemimpinan Xavi Hernandez

Syaiful Rachman Suara.Com
Selasa, 08 Maret 2022 | 16:35 WIB
Revolusi Mental Barcelona di Era Kepemimpinan Xavi Hernandez
Xavi Hernandez saat mengawasi sesi latihan pemain Barcelona. [AFP]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Di bawah kepemimpinan Xavi Hernandez, perlahan namun pasti Barcelona sudah menemukan lagi jati darinya, walau mungkin belum puncaknya.

Tapi dalam berbagai kesempatan Xavi meminta timnya tidak lengah dan tidak cepat berpuas diri. Seperti dirinya yang tenang dan dingin namun mematikan sewaktu menjadi pemain, pelatih Barcelona ini meminta semua elemen tim tak lengah.

Dia tahu kebesaran Barcelona yang tahun belakangan ini terusik dan berpuncak saat Lionel Messi hengkang ke Paris Saint German, tak dibangun dalam waktu sekejap, melainkan berjalan bertahap bagaikan evolusi.

Reaksi pelatih Barcelona, Xavi Hernandez selama pertandingan babak 16 besar Copa del Rey (Piala Raja) antara Athletic Bilbao vs Barcelona di stadion San Mames di Bilbao pada 21 Januari 2022.CESAR MANSO / AFP.
Reaksi pelatih Barcelona, Xavi Hernandez selama pertandingan babak 16 besar Copa del Rey (Piala Raja) antara Athletic Bilbao vs Barcelona di stadion San Mames di Bilbao pada 21 Januari 2022.CESAR MANSO / AFP.

Tapi evolusi itu membuat fondasi-fondasi yang menjadikan Barcelona meraksasa tak pernah benar-benar tanggal dari konstruksi dasar Barca sehingga klub bisa mudah dibangun kembali, apalagi oleh orang seperti Xavi yang memiliki DNA Barcelona dan paham luar dalam klub ini.

Namun justru karena memahami luar dalam, mulai filosofi sampai kultur klub, Xavi tahu perubahan tak bisa grasa-grusu.

Dia ingin segalanya dilakukan bertahap, selangkah demi selangkah, sekalipun berpacu dengan waktu yang sudah mulai masuk periode kritis, baik LaLiga maupun Liga Europa.

Namun jika melihat delapan pertandingan terakhir Barca di berbagai kompetisi yang tak terkalahkan dan bahkan memenangi empat pertandingan terakhirnya, keinginan Xavi agar tim tenang, justru dibarengi keyakinan pasti bahwa Barcelona sudah melewati masa kritisnya.

Lihat saja grafik mereka selama Februari lalu. Selama sebulan penuh mereka tak terkalahkan, padahal pada Januari tahun ini dan pada Agustus, September, Oktober dan Desember tahun lalu, selalu saja ada hari mereka menelan kekalahan.

Memang pada awal periode kepelatihan Xavi, Barcelona yang sempat terjerembab ke posisi sembilan klasemen LaLiga, terlihat kesulitan mengembalikan kekuatan tim raksasa tersebut.

Baca Juga: Minim Menit Bermain, Martin Braithwaite Pertimbangkan Masa Depannya di Barcelona

Mereka kalah empat kali dalam berbagai kompetisi, yakni dua dalam pertandingan Liga Champions yang membuat Barca terlempar ke Liga Europa, sekali laga Copa del Rey melawan Athletic Bilbao dalam 16 besar, dan sekali pertandingan liga melawan Real Betis dua bulan lalu.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI