Suara.com - Liga 3 zona Jawa Barat menyedot perhatian pecinta sepak bola Indonesia setelah kompetisi kasta ketiga Liga Indonesia zona Provinsi tersebut menggunakan Video Assistant Referee atau yang biasa disebut VAR.
Namun VAR yang digunakan tak seperti VAR layaknya sepak bola Eropa. VAR yang dipakai di Liga 3 Jawa Barat yang terkesan ‘Low Budget’ atau lebih minimalis.
Hal ini terlihat dari sebuah rekaman video yang viral di media sosial saat Liga 3 zona Jawa Barat seri 2 yang mempertemukan Persikabbar melawan Bandung United.
![Wasit melihat VAR di pertandingan Liga 3 Indonesia. [Twitter@FaktaSepakbola]](https://media.suara.com/pictures/original/2022/01/20/90298-var-liga-3.jpg)
Dalam video berdurasi 1 menit 56 detik itu, nampak wasit berlari ke tepi ke lapangan pasca terjadinya pelanggaran Handball di dalam kotak penalti.
Ternyata, wasit menepi untuk melihat tayangan ulang melalui sebuah televisi berukuran besar. Terlihat wasit mengamati cuplikan yang ada di layar sebelum mengambil keputusan.
Sontak hal ini menjadi bahan perbincangan penikmat sepak bola Tanah Air yang menganggap Liga 3 zona Jawa Barat selangkah lebih maju dengan mencoba profesional ketimbang Liga 1 yang belum menghadirkan VAR.
Kendati terkesan minimalis karena tak sama dengan VAR pada umumnya, banyak yang mengapresiasi hadirnya ‘VAR Low Budget’ ini.
Selain untuk meminimalisir terjadinya Match Fixing, juga untuk menghindarkan konflik yang terjadi di antara pemain dan ofisial tim terhadap wasit.
Liga 1 Didesak Pakai VAR
Baca Juga: Marak Online Abuse di Sepak Bola Indonesia, Komisaris PSIS Semarang: Jangan Dianggap Wajar
Desakan untuk menggunakan VAR sendiri sejatinya telah dilakukan penikmat sepak bola Tanah Air menyusul banyaknya kontroversi yang terjadi, terutama di kancah BRI Liga 1 2021-2022.