Suara.com - Berikut profil klub Nottingham Forest, tim legendaris Inggris yang baru saja menyingkirkan Arsenal di putaran ketiga Piala FA 2021/22.
Arsenal harus menerima kenyataan gugur lebih awal di ajang Piala FA 2021/22 setelah tumbang dengan skor tipis dari tim kasta kedua, Nottingham Forest, Senin (10/01/22).
Dalam laga yang berlangsung di Stadion City Ground itu, klub Meriam London harus tumbang dengan skor 0-1 dari Nottingham Forest.
Kekalahan Arsenal didapatkan secara menyakitkan setelah Lewis Grabban mencetak gol penentu di laga ini di menit ke-82.
Baca Juga: Nottingham Forest vs Arsenal: Arteta Minta Maaf Pasca Kalah Memalukan
Padahal sepanjang laga Arsenal tampil dominan. Sayangnya sederet peluang emas yang diciptakan gagal dikonversi menjadi gol.
Malahan Nottingham Forest yang bermain bertahan bisa mencetak gol di 10 menit terakhir waktu normal yang lantas menghentikan laju Arsenal di putaran ketiga Piala FA 2021/22.
Kekalahan ini tak ayal membuat Arsenal belum bisa melepaskan diri dari bayang-bayang Nottingham Forest di Piala FA.
Sebagai catatan, pada 2018 lalu di ajang yang sama, The Gunners juga tersingkir lebih cepat dari klub berjuluk The Tricky Trees itu.
Lantas, siapakah tim Nottingham Forest ini dan bagaimana kiprahnya sehingga disebut tim legendaris Inggris di masa lampau? Berikut Suara.com rangkum dari berbagai sumber.
Baca Juga: RANS Cilegon FC Dikabarkan Ingin Boyong Mesut Ozil
Nottingham Forest: Kampiun Liga Champions 2 Kali secara Back to Back
Nottingham Forest merupakan klub yang didirikan oleh 15 orang pemain hoki pada 1865. Sedangkan pertandingan pertama yang dijalani The Tricky Trees terjadi pada 22 Maret 1866.
Warna merah dipilih sebagai warna kebesaran yang terinspirasi oleh pasukan anti kolonialisme dari Italia yang membantu perjuangan kemerdekaan Brasil, Uruguay dan Argentina pada 1860-an.
Sedangkan penamaan klub diambil dari nama kota yakni Nottingham. Untuk kata ‘Forest’ diambil dari Hutan Sherwood yang ada di kota Nottingham. Sebagai informasi, Hutan Sherwood dikenal sebagai tempat persembunyian Robin Hood
Kiprah Nottingham Forest di sepak bola Inggris bermula saat menjadi anggota Football League pada 1892 dan berlanjut berkiprah di kancah liga saat masuk ke First Division pada musim 1900/01.
Gejolak pernah dialami Nottingham Forest di kancah liga, terutama sepanjang pecahnya Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Hingga akhirnya, The Tricky Trees kembali bisa manggung di kasta teratas pada musim 1956/57.
Meski tergolong klub tua, Nottingham Forest tak serta merta bisa berprestasi di pentas sepak bola Inggris. Adapun prestasi yang diraih The Tricky Trees terjadi di era 1970-an.
Otak di balik hujan prestasi Nottingham Forest di era tersebut adalah hadirnya sosok pelatih legendaris, Brian Clough. Di tangannya The Tricky Trees benar-benar menjadi kejutan.
Eks pelatih Leeds United ini mampu menyulap Nottingham Forest sebagai tim papan atas dalam waktu singkat. Brian Clough datang pada tahun 1976 dan langsung membawa The Tricky Trees promosi ke kasta teratas di musim 1976/77.
Meski berstatus tim promosi, Nottingham Forest arahan Brian Clough benar-benar menggila. Di First Division musim 1977/78, The Tricky Trees mampu menjadi juara dengan catatan tak terkalahkan selama 42 laga.
Di musim selanjutnya, magis Brian Clough kembali terlihat. Ia membawa Nottingham Forest menjadi juara Liga Champions (saat itu bernama Piala Champions) sebanyak dua kali berturut-turut yakni di musim 1978/79 dan 1979/80.
Atas torehan itu, jumlah trofi Liga Champions Nottingham Forest pun lebih banyak dari Arsenal yang hingga kini belum sekalipun mencicipi manisnya gelar juara di turnamen terakbar klub-klub Eropa tersebut.
Magis Brian Clough sendiri tak lepas dari sosok Peter Taylor yang menjadi asisten pelatihnya. Keduanya pernah membawa Derby County menjadi juara kasta teratas dan sempat berpisah sejak Brian Clough memutuskan bergabung Leeds United.
Usai dipecat Leeds United, Brian Clough pun kembali bersua dengan Peter Taylor di Nottingham Forest sehingga menghasilkan prestasi mumpuni.
Nyatanya, kepergian Peter Taylor ke Derby County pada 1982 juga membuat Nottingham Forest arahan Brian Clough mengalami tren menurun.
Hanya saja, Nottingham Forest tetap bisa merengkuh gelar Piala Liga Inggris di musim 1988/89 dan 1989/90 sebelum akhirnya puasa gelar sejak Brian Clough memutuskan pensiun pada 1993.
Kini Nottingham Forest tengah meredup karena lebih banyak berkutat di kasta bawah Inggris. Saat artikel ini dibuat, The Tricky Trees terjerembab di papan tengah Divisi Championship atau kasta kedua.
[Zulfikar Pamungkas]