Namun demikian, keteguhan itu akhirnya berakhir saat Presiden Barcelona ketika itu, Joan Laporta, menandatangani kerja sama dengan Direktur Eksekutif UNICEF, Ann M Veneman.
Kerja sama yang dijalin Barcelona dan UNICEF ini mengakhiri tradisi tanpa sponsor yang terpampang di jersey Blaugrana.
Akan tetapi, kerja sama yang terjalin selama lima tahun itu, yakni mulai 2006 hingga 1011, sangat berbeda dengan pemasangan logo klub-klub lain.
Pasalnya, Barcelona justru harus membayar 1,5 juta euro untuk memasang logo UNICEF di jersey mereka sebagai bentuk donasi tahunan untuk anak-anak di dunia.
Setelah lima tahun itu berlalu, logo UNICEF di jersey Barcelona akhirnya digeser dengan logo sponsor lainnya.
Sebab, Barcelona saat itu telah menyepakati kerja sama dengan Qatar Sport Investment (QSI) dengan durasi lima tahun, mulai dari 2011 hingga 2016.
Dengan penandatanganan kerja sama itu, Barcelona mendapatkan dana segar dari QSI sebesar 30 juta euro setiap musimnya.
Karena kerja sama itu pula, logo UNICEF juga harus bergeser. Dari awalnya berada di depan, kini dipindah ke belakang.
Selama dua musim pertama, logo yang terpampang di jersey utama Barcelona ialah Qatar Foundation. Namun, memasuki tahun ketiga, logo yang muncul ialah Qatar Airways.
Itulah yang menjadi titik balik bagi perubahan komitmen Barcelona perihal sponsor yang terpampang di jersey mereka.