FIFA Desak Liga Inggris dan Liga Spanyol Tak Halangi Pemain Bela Negara

Rully Fauzi Suara.Com
Kamis, 26 Agustus 2021 | 18:38 WIB
FIFA Desak Liga Inggris dan Liga Spanyol Tak Halangi Pemain Bela Negara
Presiden FIFA, Gianni Infantino (AFP)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Presiden FIFA, Gianni Infantino mendesak klub-klub Liga Inggris dan Liga Spanyol untuk tak menghalang-halangi pemainnya membela negara masing-masing dalam kalender pertandingan internasional awal September nanti.

"Saya menyerukan agar muncul sikap solider dari semua asosiasi anggota, liga dan klub, untuk melakukan hal yang tepat dan pantas bagi olahraga global ini," kata Infantino di laman resmi FIFA, Kamis (26/8/2021).

"Banyak pemain terbaik di dunia berkompetisi dalam Liga Inggris dan Spanyol, dan kami percaya negara-negara itu juga berbagi tanggung jawab untuk menjaga dan mengamankan integritas serta sportivitas kompetisi sepakbola di seluruh dunia," ujarnya menambahkan.

FIFA sebelumnya memutuskan tak memperpanjang izin penolakan bagi klub-klub di dunia melepas pemainnya dalam pertandingan internasional, kebijakan yang berlaku selama pandemi COVID-19 dan berakhir 21 April lalu.

Baca Juga: Nuno Espirito Santo Sambut Komitmen Harry Kane Bertahan di Tottenham

Operator Liga Inggris sebelumnya pada Selasa (24/8/2021) mengumumkan kesepakatan klub-klub anggotanya, untuk tidak melepas para pemain mereka yang akan pulang-pergi di negara-negara yang tercantum dalam daftar merah perjalanan pemerintah Inggris terkait COVID-19.

Aturan pemerintah Inggris mengharuskan bagi orang-orang yang melakukan perjalanan dari negara-negara daftar merah wajib menjalani masa isolasi selama 10 hari.

Aturan tersebut praktis akan mempengaruhi kesempatan pemain membela klubnya di kompetisi-kompetisi domestik maupun Eropa, setidaknya 1-3 pertandingan selepas jeda internasional.

Selain Liga Inggris, operator La Liga Spanyol juga menyatakan dukungan apabila klub-klub mereka tidak melepas para pemainnya untuk pertandingan internasional di wilayah Amerika Latin, yang sebagian besar masuk daftar negara merah karena kasus COVID-19 yang tinggi.

Belakangan operator liga kasta kedua hingga keempat Inggris, EFL, juga mengumumkan pernyataan serupa bahwa klub-klub di bawah naungannya sepakat untuk tidak melepas para pemain yang akan main di negara-negara zona merah.

Baca Juga: Permak West Brom, Arsenal Langsung Alihkan Fokus ke Manchester City

Keputusan serupa juga diambil oleh operator Liga Italia, yang akan mendukung keputusan klubnya menahan para pemain yang terancam harus isolasi sepulang dari jeda internasional.

Infantino mengklaim dia telah mengirim surat resmi kepada Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, meminta dukungan agar ada solusi yang tak mengurangi kesempatan para pemain mancanegara memperkuat timnas masing-masing dalam kalender jeda internasional.

"Saya juga menyarankan pendekatan serupa yang diadopsi pemerintah Inggris untuk babak akhir Euro 2020 diterapkan dalam pertandingan-pertandingan internasional nanti," ujarnya.

"Bersama-sama kita sudah memperlihatkan solidaritas dan kesatuan memerangi COVID-19. Sekarang saya mendesak semua pihak untuk memastikan para pemain internasional bisa tampil untuk kualifikasi Piala Dunia (2022)," tutup Infantino.

Belum ada jaminan adanya kelonggaran kebijakan isolasi dari pemerintah Inggris, tetapi FIFA bisa menjadikan situasi ini sebagai posisi tawar mereka dalam upaya Negari Ratu Elizabeth mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2030 bersama Republik Irlandia yang didukung Johnson.

Liga Inggris juga sudah memprotes keputusan FIFA memperpanjang jadwal pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Amerika Selatan (CONMEBOL) menjadi 11 hari dari rencana awal sembilan hari.

Mulai 1 September nanti semua konfederasi regional memainkan pertandingan-pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 masing-masing zona, dengan laga paling akhir berlangsung pada 9 September di CONMEBOL.

[Antara]

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI