Ia mengawali kiprahnya bersama klub asal Montenegro, FK Gusinje. Selain itu, klub lain yang juga pernah disambanginya ialah Rudar Pljevlja.
Kemudian, Radoncic sempat singgah di klub Liga Kroasia, Partizan pada Juli 2003. Setelah itu, ia mulai hijrah dari Benua Biru.
Bagi Dzenan Radoncic, kompetisi sepak bola Asia memang bukanlah hal yang baru. Sebab, dia sudah bertahun-tahun melalang buana di sejumlah kompetisi di Asia.
Selain kompetisi kasta tertinggi sepak bola di Korea Selatan (K-League 1), Radoncic juga pernah berkiprah d kasta tertinggi Liga Jepang, J1 League, maupun kasta kedua, yakni J2 League.
Selama berkompetisi di Korea, Radoncic sudah sempat mencatatkan 128 penampilan bersama sejumlah klub. Dari seluruh penampilannya, dia sukses menggelontorkan 48 gol dan 9 assist.
Kemudian, di kompetisi Jepang, atau J1 League, ia membukukan 32 penampilan dengan catatan tujuh gol dan empat assist.
Dari catatan yang didapat dari Transfermarkt, klub terakhir yang sempat dibela Radoncic sebelum pensiun ialah Mornar Bar.
Ia pulang dari Asia dan kembali memperkuat klub asal Montenegro itu sebelum akhirnya resmi gantung sepatu pada 26 Januari 2016.
Radoncic juga bukanlah sosok baru bagi Shin Tae-yong. Sebab, mereka sempat bekerja bersama-sama ketika bermain untuk Seongnam pada 2009 sampai 2011.
Baca Juga: Resmi! Shin Tae-yong Ditinggal Tiga Asistennya karena Masalah Pribadi
Kerja sama yang terjalin antara keduanya pun juga berhasil mengantarkan Seongnam menjadi kampiun Liga Champions Asia 2010 dan Piala FA Korea 2011.
Kontributor: Muh Adif