Suara.com - Manajer Chelsea, Thomas Tuchel menganggap timnya cuma kurang beruntung sehingga gagal mengangkat trofi Piala FA 2020/2021.
Menurut juru taktik asal Jerman itu, banyak faktor yang membuat timnya gagal mengalahkan Leicester City dalam laga final. Salah satunya wasit.
Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Wembley itu, Chelsea takluk dengan skor tipis 0-1. Mereka sempat mencetak gol penyama kedudukan di menit akhir, tetapi dianulir wasit usai meninjau VAR.
Wasit Michael Oliver yang menilai Ben Chilwell sudah lebih dulu terjebak offside dalam proses gol Chelsea ke gawang kiper Kasper Schmeichel tersebut.
Baca Juga: Ikuti Jejak Drogba Angkat Trofi Piala FA, Mimpi Reece James Bersama Chelsea
"Saya pikir hari ini kami tidak beruntung dan kami tidak pernah menyembunyikan bahwa kami perlu memiliki itu untuk menang di level ini. Anda membutuhkan momentum, pengambilan keputusan, detail kecil, wasit," kata Tuchel dikutip Antara dari Reuters.
Tuchel juga mengungkap bahwa asistennya bersama sejumlah para pemain meyakini Ayoze Perez terlebih dulu melakukan pelanggaran handball dalam proses gol semata wayang Youri Tielemans untuk Leicester.
"Saya tidak melihatnya. Asisten saya melihatnya di layar di bangku cadangan dan para pemain langsung mengatakan itu adalah handball," kata Tuchel.
Keluhan Tuchel tidak mengubah kenyataan bahwa tayangan ulang VAR yang terpampang di layar besar Wembley memperlihatkan Chilwell sedikit offside dibandingkan pemain terakhir Leicester dalam proses serangan Chelsea yang berujung gol itu.
Dan insiden sebelum gol Tielemans memperlihatkan bola lebih dulu mengenai lutut Perez sebelum tipis mengenai tangan penyerang asal Spanyol itu.
Baca Juga: Final Piala FA: Tuchel Bahagia Bisa Dampingi Chelsea di Depan Suporter
Mantan pelatih Borussia Dortmund dan Paris Saint-Germain itu merasa timnya telah bekerja dengan baik untuk membatasi efektivitas Leicester saat turun minum.
"Saya pikir kami bertahan dengan baik, menekan dengan baik, tidak mengizinkan serangan balik oleh salah satu tim dengan serangan balik terbaik di Eropa," katanya.
Namun, Tuchel kurang senang dengan cara timnya gagal memanfaatkan dominasi penguasaan bola. Statistik babak pertama mencatat tak satu pun dari kedua tim bisa melepaskan tembakan tepat sasaran, termasuk Chelsea yang membuang delapan percobaan.
"Pengambilan keputusan kami di babak pertama terlalu sibuk, kami mencoba memaksakan solusi. Kami menciptakan dua lawan dua dan tiga melawan tiga situasi yang lebih menjanjikan daripada yang kami buat," katanya.
"Kami kebobolan gol dari situasi tidak berbahaya. Itu gol fantastis dan gol keberuntungan. Kami punya peluang dari Mason (Mount), gol offside yang sangat dekat. Kami tidak beruntung hari ini," pungkasnya.
Chelsea akan menghadapi Leicester lagi pada Rabu dini hari WIB (19/5) untuk partai penting dalam pertempuran untuk finis posisi empat besar di Liga Premier Inggris.
Klub London itu juga akan menghadapi Manchester City di final Liga Champions pada 29 Mei di Porto.