Aksi-aksinya menjadi penyulut bagi terjadinya tiga gol balasan Arsenal di menit 38, 61 dan 82.
Aksi yang membuktikan jika dia adalah calon playmaker handal dan membuat penghuni Emirates Stadium semakin jatuh cinta.
"Dia menunjukkan apa yang bisa saya lihat dari dia dalam minggu pertama," kata manajer Arsenal Mikel Arteta usai pertandingan dikutip dari laman resmi klub.
"Cara dia bergerak di sekitar lapangan, dia selalu menginginkan bola, cara dia mendominasi tekanan."
"Dia sangat berpengaruh, dan saya pikir itu sedikit mengejutkan kami karena dia terlihat sangat pemalu dan rendah hati, tetapi ketika dia melangkah di lapangan Anda bisa melihat karakternya, dia suka bermain sepak bola."
Fans Arsenal pun membandingkan Odegaard dengan mantan bintang The Gunners, Mesut Ozil. Suporter klub bahagia menyaksikan performa yang terakhir kali mereka saksikan ketika Ozil masih berjaya di Emirates.
Jika Arsenal tidak menandatangani Odegaard secara permanen di musim panas tahun ini, maka klub Eropa lain akan melakukannya. Hal itu bisa menjadi risiko besar bagi performa The Gunners di musim depan.
Hanya ada satu pihak yang mengendalikan nasib Odegaard saat ini, yaitu Real Madrid. Tapi masalahnya, mampukah Arsenal membujuk klub pimpinan Florentino Perez itu?
Karena kepulangan Odegaard terakhir kali ke Madrid berakhir dengan kekecewaan besar. Sinar Odegaard di klub lain seakan meredup ketika gelandang 22 tahun itu menginjakkan kakinya kembali ke Valdebebas.
Baca Juga: Diminati Real Madrid dan Barcelona, Ini Jawaban Haaland Soal Masa Depannya