Tak Larang Pemain Ikut Tarkam, PSSI: Pemain Butuh Makan

Kamis, 11 Februari 2021 | 12:15 WIB
Tak Larang Pemain Ikut Tarkam, PSSI: Pemain Butuh Makan
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, saat ditemui di kawasan Jakarta Utara, Minggu (15/11/2020) malam. (Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha).
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) tak akan melarang para pesepakbola Tanah Air untuk mengikuti ajang antar kampung alias tarkam di tengah vakumnya kompetisi nasional.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menyebut pihaknya hanya bisa menghimbau agar opsi mencari tambahan penghasilan lewat tarkam dihindari.

Namun, dia menekankan bahwa induk cabang olahraga sepakbola itu tidak punya kuasa melarang para pemain. Iwan Bule --sapaan akrab Iriawan-- paham para pesepakbola RI butuh makan.

"Kita tidak bisa menahan, dia butuh makan karena kompetisi di Indonesia tidak ada. Jangankan main, ngojek, jualan apapun ada," kata Iriawan saat ditemui di Lapangan D, Senayan, Jakarta, Rabu (10/2/2021).

"Lalu seperti main tarkam. Kita hanya bisa menghimbau, tapi mereka (pemain) butuh makan," tambahnya.

Mochamad Iriawan pun berharap agar kompetisi sepakbola profesional di Tanah Air bisa segera bergulir kembali. Hal itu penting demi kebaikan sepakbola Indonesia, dan para pemain itu sendiri.

"Mohon doanya mudah-mudahan kepolisian bisa kasih izin. Sekarang belum keluar, kemarin sudah rapat di Kemenpora," jelas Iriawan.

Terhentinya kompetisi profesional sejak Maret 2020 akibat pandemi Covid-19 di Indonesia membuat beberapa pemain kesulitan untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Pasalnya, pemasukan mereka dari gaji di potong hingga 75 persen oleh klub yang juga tengah terdampak krisis finansial akibat tak adanya kompetisi.

Baca Juga: PSSI Berencana Gelar TC Timnas Indonesia di Dubai

Mati surinya kompetisi di Indonesia, khususnya Liga 1 dan Liga 2 membuat para klub peserta kesulitan untuk menyeimbangkan neraca keuangan mereka. Mereka tak punya pemasukan baik dari tiket pertandingan maupun hak siar.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI