Blunder Fatal, Dele Alli Bikin Jose Mourinho Naik Pitam

Irwan Febri Rialdi Suara.Com
Kamis, 24 Desember 2020 | 08:25 WIB
Blunder Fatal, Dele Alli Bikin Jose Mourinho Naik Pitam
Manajer Tottenham Hotspur Jose Mourinho melihat Dele Alli jelang babak kedua menghadapi Maccabi Haifa dalam pertandingan Liga Europa di Tottenham Hotspur Stadium, 1 Oktober 2020. [Clive Rose / POOL / AFP]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Manajer Tottenhem Hotspur, Jose Mourinho, kesal betul dengan Dele Alli yang melakukan blunder saat timnya menang 3-1 atas Stoke Coty di perempatfinal Piala Carabao. Bahkan, Mourinho tak segan menyebut Alli sebagai biang masalah.

Alli kembali menjadi starter untuk pertama kalinya sejak 26 November dalam pertandingan tersebut, tetapi ia melakukan kesalahan yang berujung gol bagi Stoke.

Mourinho sendiri tidak segan mengkritik performa gelandang Inggris tersebut usai pertandingan.

"Seorang pemain dalam posisi itu adalah pemain yang harus terhubung dan berkreasi dan tidak menimbulkan masalah bagi timnya sendiri," kata Mourinho yang dikutip BBC, Kamis (24/12/2020).

Pemain berusia 24 tahun tersebut telah dikaitkan dengan kepindahan ke Paris Saint-Germain (PSG) sebagai pemain pada bursa transfer Januari 2021.

Alli musim ini hanya bermain lima kali sebagai starter dan dua kali digantikan pada babak pertama melawan Everton dan di Liga Europa kontra Royal Antwerp.

Spurs memimpin 1-0 melalui sundulan Gareth Bale ketika Stoke menyamakan kedudukan melalui gol Jordan Thompson dengan memanfaatkan kesalahan Alli sebelum gol dari Ben Davies dan Harry Kane mengamankan tiket Spurs ke semi final. Alli diganti segera setelah Stoke menyamakan kedudukan.

"Dalam situasi itu, serangan balik yang obyektif mungkin akan berakhir dengan sebuah gol, dan itu diakhiri dengan serangan balik di belakang bek kami," kata Mourinho tentang gol penyama kedudukan Stoke.

"Kami solid di babak pertama. Mereka tidak bisa menyentuh bola, melakukan tembakan, mendapatkan sepak pojok. Bukannya membunuh permainan, kami membunuh diri sendiri. Setelah momen itu, kami butuh stabilitas dan sikap," pungkasnya.

Baca Juga: Jelang TC di Spanyol, Timnas Indonesia U-19 Rutin Lakoni Internal Game

"Kami tidak seimbang karena ketika Anda menguasai bola, Anda memiliki bek sayap yang melebar dan gelandang lain di lini yang berbeda dan mereka menyakiti kami dalam serangan balik dan mereka mengubah hasil permainan yang sepenuhnya ada di tangan kami, jadi saya kesal," tutup eks nakhoda Real Madrid itu.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI