![Gelandang Timnas Indonesia U-19, Witan Sulaeman melakukan selebrasi usai menjebol gawang Uni Emirat Arab U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Rabu (24/10/2018) malam WIB. [ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2018/10/24/39863-witan-sulaeman.jpg)
Witan Sulaeman menjadi tulang punggung Timnas Indonesia U-19 ketika bermain di Eropa. Pemain berusia 19 tahun tersebut mendapat pencapaian yang fantastis selama 2020.
Winger ini menjadi pemain paling berkontribusi untuk Timnas Indonesia U-19 dikarenakan Ia telah memimpin tiga parameter statistik paling penting dalam permainan.
![Striker Timnas Indonesia, Alberto Goncalves merayakan golnya ke gawang Vanuatu dalam laga uji coba internasional di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (15/6/2019) malam WIB. [Suara.com / Muhaimin UNTUNG]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/06/15/28353-alberto-goncalves.jpg)
Awal kedatangan Alberto Goncalves ke Indonesia, Ia seringkali berpindah-pindah klub setelah satu musim bermain. Akan tetapi, di penghujung karirnya Ia berubah menjadi pemain yang setia kepada klubnya.
Pemain bernomor punggung 9 di Timnas ini menduduki peringkat keenam sebagai pemain dengan koleksi gol terbanyak di Liga Indonesia dengan perolehan 149 gol sejak 2009.
![Mantan Kapten Tim Nasional Indonesia, Ponaryo Astaman, diwawancarai di Jakarta, Senin (19/3). [Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2018/03/19/95049-ponaryo-astaman.jpg)
Pemain sepak bola terbaik di Indonesia selanjutnya adalah Ponaryo Astaman. Mantan gelandang kreatif Timnas Indonesia ini pernah mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti saat Timnas Indonesia menghadapi Qatar di Piala Asia 2004.
Berkat gol tersebut, Tim Garuda meraih kemenangan bersejarah dengan skor 2-1. Dengan skill dan torehan yang dimilikinya, Ponaryo Astaman dilabeli AFC dengan julukan “The Milestone Man”.
7. Firman Utina
Baca Juga: Witan Sulaeman Pamer Foto Bersama Wanita Berhijab, Warganet: Menuju Halal
![Firman Utina usai menghadiri sebuah acara di hotel Century [Suara.com/Adie Prasetyo]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2017/01/24/o_1b77tn0721ho18911dnq1cbqhj3a.jpg)
Firman Utina dijuluki sebagai “The Trophy Collector” karena eks gelandang serang andalan Timnas Indonesia ini cukup sering meraih gelar juara di level klub. Saat berlaga di Piala AFF 2010, Firman Utina dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP). Sang gelandang berhasil meraih gelar Piala Indonesia back-to-back pada pertengahan 2000-an sebelum akhirnya memenangkan gelar Liga Indonesia pertamanya dengan Sriwijaya pada 2012.